Blog Jambi Informasi jambi by a - One

Selayang Pandang

My photo
Sikapur Sirih ~ Selamat datang di Blog Informasi Jambi dari Yudi a-One. Sebelumnya Saya mau ngucapin banyak-banyak terima kasih pada kalian semua yang sudah ngunjungin blog saya ini. Blog ini saya buat dengan upaya untuk memuat segala sesuatu tentang Informasi Provinsi Jambi, yang mungkin kalian ada yang belum tahu, terutama buat sahabat dari luar provinsi jambi, dalam bentuk tulisan. Tak lupa pula rasa syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena saya telah diridhoi kemampuan, kesehatan dan kelebihan oleh-Nya untuk dapat terus menjalankan hidup ini, mengembangkan ilmu yang saya punya, dan juga kesempatan untuk dapat membagikan informasi yang ada di jambi dan sedikit catatan atau pun coretan sampah tentang diriku dalam blog kecil nan sederhana ini. Semoga semua hal yang sudah saya muat di blog Informasi Jambi ini, bisa bermanfaat bagi kita semua.

Blog

Showing posts with label Berita Jambi. Show all posts
Showing posts with label Berita Jambi. Show all posts

2/11/11

Ada yang menarik Menjelang Pilkada Sarolangun Jambi

1 komentar
Ada yang menarik Menjelang Pilkada Sarolangun Jambi - Sengaja Ku kutip dari jambi independent tentang Berita Menjelang Pemilu kada dikab. Sarolangun,, di situ ada yang sangat menarik apa bila sebagian masyarakat awam yang sangat buta akan politik, sama seperti saya ini, untuk bisa memahami maksud ulasan ini, semoga masyarakat sarolangun lebih cerdas dalam memilih Calon Bupati sarolangun nanti,,

Ditulis oleh roz
Kamis, 27 Januari 2011 16:07
Karena Kaderisasi Tak Jalan, Tak Punya Kader Layak Jual

Sejumlah partai politik (parpol) besar yang biasanya selalu bersaing, tiba-tiba bersatu mendukung salah satu kandidat, yakni Cek Endra-Pahrul Rozi di Pemilukada Sarolangun. Apakah sudah tidak ada lagi calon lain yang potensial di Sarolangun? Atau parpol-parpol besar itu yang takut kalah bersaing karena tidak punya kader yang layak jual? Pemilukada Sarolangun April 2011 sedikit berbeda dengan pemilukada di daerah lain, baik yang sudah atau yang akan berlangsung. Di Tanjab Barat, Batanghari, Tanjab Timur, Tebo dan Bungo, Lima Partai Besar di Jambi, yakni PAN, Golkar, Demokrat, PDIP dan PKS selalu bersaing.

Di Tanjab Barat, misalnya. PAN berkoalisi dengan Golkar dan PKS yang mengusung Usman-Katamso bersaing dengan PDIP yang berkoalisi dengan Partai Demokrat. Lalu, di Batanghari, lima partai besar ini malah bersaing ketat. Partai Demokrat dan PKS mengusung Fattah-Sinwan, Golkar mengusung Syahirsah-Erpan, dan PDIP bersama PAN mengusung Ardian-Pani.

Artinya, di setiap pemilukada lima partai ini punya jagoan masing-masing yang mereka usung. Tapi, di Sarolangun, lima parpol tersebut kompak mendukung Cek Endra-Pahrul Rozi.

Pengamat Politik dan Hukum dari Universitas Jambi (Unja) Thabrani M Saleh mengatakan, dari sisi pencalonan, parpol hanya berfungsi sebagai perahu (pengusung). Tapi, tidak ada jaminan dengan banyaknya dukungan parpol, pasangan kandidat yang diusung bisa menjadi pemenang.

“Bisa saja kandidat yang diusung sedikit parpol memenangkan pertarungan. Ini bisa terjadi jika kandidat tersebut benar-benar mempunyai track record (rekam jejak) yang baik dan dikenal oleh masyarakat,” ujarnya, kemarin (26/1).

Yang menjadi persoalan, kata Thabrani, ketika pasangan kandidat tersebut terpilih, maka dia mau tidak mau harus membangun koalisi di parlemen (DPRD). “Memang idealnya kandidat tersebut didukung oleh koalisi parpol besar,” cetusnya.

Lantas, bagaimana dengan figur atau tokoh yang ada di Kabupaten Sarolangun? Menurut Thabrani, Sarolangun sangat banyak memiliki figur. Namun mereka sulit bisa bersaing (maju pilkada), karena peranan parpol sangat menentukan maju atau tidaknya seseorang. Makanya, di sinilah akan terlihat ideologi parpol, hanya mengejar kepentingan dengan menerima kompensasi politik yang besar dari kandidat yang diusung.

“Saya melihat, dari segi finansial, memang dibutuhkan dana cukup besar. Apalagi diuntungkan dengan posisi sebagai incumbent. Mungkin, parpol melihat peluang dan kontribusinya lebih besar. Sementara kandidat lain, tidak bisa memberikan kontribusi kepentingan parpol yang besar,” ulasnya.

Bagaimana dengan proses pembangunan demokrasi? Thabrani mengatakan, proses demokrasi tersebut merupakan bagian dari mekanisme yang dimainkan parpol. Sementara, kepentingan parpol hanya melihat siapa yang banyak (besar) memberikan perhatian (konteks kompensasi politik) terhadap parpol tersebut.

“Artinya, dalam konteks pembangunan demokratisasi di Sarolangun, tidak ada kemajuan yang dimainkan oleh parpol. Idealnya, parpol harus berani dan bisa mendukung kader internal,” ujarnya.

Thabrani menilai, mendominasinya dukungan terhadap salah satu pasangan kandidat tersebut menunjukkan proses kaderisasi parpol tidak jalan. Diperparah lagi dengan kemampanan dalam konteks ekonomi para kader parpol di daerah tersebut tergolong pas-pasan. “Namun semuanya tergantung rakyat. Apakah kandidat yang diusung tersebut dipilih atau tidak. Rakyatlah sebagai penentu, siapa yang menjuarai Pemilukada Sarolangun itu,” katanya.

“Yang jelas tidak ada jaminan figur didukung banyak parpol besar bisa memenangkan pertarungan. Strategi yang dimainkan figur tersebut juga sangat menentukan,” sambungnya.

Tidak jauh beda, pengamat politik dari IAIN STS Jambi Sayuti Una mengatakan, parpol memberi dukungan pada seseorang pasti mempunyai dasar. Salah satunya melihat tingkat popularitas dan elektabilitas sang kandidat. “Di sini, saya melihat kandidat incumbent sangat diuntungkan. Semua parpol yang memberikan dukungan tentu memiliki tujuan ingin menang dan melihat posisi kandidat siapa yang kuat,” sebutnya.

Namun, di sisi lain, kata dia, proses kaderisasi parpol bisa dikatakan gagal. Karena tidak mampu menyiapkan kader yang siap berkompetisi dalam ajang pemilukada. “Kondisi tersebut bisa menyebabkan tingkat militansi kader akan hilang, karena merasa tidak berguna dan terpakai. Ke depan, mau tidak mau parpol harus mencari kader yang siap pakai,” ujarnya.

Sayuti juga melihat dukungan yang diberikan parpol kepada pasangan kandidat incumbent tersebut, jelas ada deal-deal politik atau komitmen tertentu. “Komitmen tersebut bisa saja berupa pembagian kue (kos politik), bukan karena faktor misi pembangunan. Komitmen seperti itu dalam politik sesuatu hal yang biasa,” katanya.

Lalu, apakah dukungan parpol besar bisa jadi jaminan menang? Menurut Sayuti Una, itu tergantung dengan pencitraan yang dibangun oleh pasangan kandidat. Berdasarkan pengalaman pada pemilukada yang sudah berlangsung, dukungan parpol besar tidak menjamin menang. Dia mencontohkan, Pemilukada Batanghari dan Tanjab Barat. “Yang menentukan itu salah satunya figur yang diusung,” ujarnya.

Ketua DPW PAN Provinsi Jambi Hazrin Nurdin mengatakan, pada Pemilukada Sarolangun, mereka mengusung kader internal, yakni Cek Endra. “Siapa bilang kita tidak usung kader internal, Cek Endra itu merupakan pengurus DPW PAN yang sangat berpotensi untuk diusung dan memenangkan pemilukada mendatang,” ujarnya.

Ungkapan tersebut, juga langsung dipastikan oleh Cek Endra. “Saya merupakan kader PAN, dan tidak akan berpaling ke parpol lainnya,” ujarnya seusai menghadiri pertemuan dan silaturahmi di kantor DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi, Senin (24/1) lalu.

Terpisah, Sekretaris DPW PKS Provinsi Jambi, Supriyanto mengatakan, secara normatif, PKS memberikan dukungan kepada pasangan Endra-Pahrul, karena persamaan visi misi dan eksisnya komunikasi yang dibangun antara kandidat dengan PKS. Persoalan kaderisasi, anggota DPRD Provinsi Jambi itu, mengatakan mereka melihat dari tingkat popularitas dan elektabilitas (survei).

“Bukan berarti proses kaderisasi yang kita lakukan gagal. Ini merupakan bagian dari dinamika perpolitikan. Tentu ada komitmen lain yang bersifat khusus. Yang jelas, kandidat yang kita usung berjanji akan membesarkan PKS,” ujarnya. Selain itu, kandidat tersebut juga berani membuat kontrak politik.

Tidak jauh beda, Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi Zoerman Manap mengatakan, dukungan diberikan kepada Cek Endra-Fahrul merupakan kesepakatan dan komitmen yang dibangun. Selain itu juga D berdasarkan pertimbangan hasil survei. Karena Partai Golkar adalah partai yang realistis.

“Golkar adalah partai yang selalu melakukan hal-hal yang realistis. Artinya jika memang kader internal tidak bisa maju, maka tentu tidak bisa dipaksakan,” katanya.

Namun, Golkar biasanya akan melirik posisi nomor dua. “Alternatif terakhir tentu terkait program kerja daerah dari pasangan yang diusung,” ujarnya. Hanya saja, Zoemran belum mau buka kartu soal komitmen atas dukungan ini. “Kalau itu masih of the record,” katanya, sambil tersenyum.

PPP dan PPRN Tarik Dukungan

Sementara, dukungan parpol untuk pasangan Cek Endra-Pahrul Rozi sedikit berkurang. Karena dua parpol yang ada di parlemen mencabut dukungannya. Pukul 20.00, Selasa malam (25/1) lalu, PPP (2 kursi), PPRN (2 kursi) bersama parpol non parlemen yakni Bernas, PDP dan PPDI mengusung pasangan Evi Suherman-Sardini dan langsung melakukan pendaftaran ke KPUD Kabupaten Sarolangun.

Menurut Evi Suherman, yang juga Ketua DPC PPP Kabupaten Sarolangun itu, dari awal memang mereka mendukung duet Endra-Pahrul. Karena ada kesepakatan yang buat tidak terwujud, maka mereka bersama parpol koalisi lainnya memilih jalan sendiri.

Namun, pernyataan Evi tersebut diragukan banyak pihak. Ada yang menilai duet Evi Suherman-Sardini itu hanya “boneka”. Mereka diciptakan hanya untuk mengantisipasi tidak ada calon lain yang maju, karena semua parpol sudah mendukung pasangan Endra-Pahrul .

Penilaian itu langsung dibantah Evi. “Itu tidak benar, kami bukan boneka Endra-Pahrul,” tegasnya. Kenapa terkesan mendadak ? Anggota DPRD Sarolangun itu beralasan itu merupakan bagian dari strategi. “Kita itu kan mempunyai strategi masing-masing. Yang jelas kita menarik dukungan dan maju bersama dengan rekan-rekan parpol koalisi lainnya,” sebutnya.

As’ad Isma dan Salahuddin Siap Bersaing

Di atas kertas, pasangan Cek Endra-Pahrul Rozi memang diprediksi berpeluang sangat besar memenangkan Pemilukada Sarolangun. Selain incumbent, keduanya didukung lima partai besar yang menguasai parlemen dan sejumlah partai menengah lainnya. Pasangan ini juga didukung sejumlah partai non parlemen. Tapi, bukan berarti mereka tidak ada lawan.

Sementara ini tercatat dua pasangan yang menyatakan siap bersaing dengan Cek Endra-Pahrul Rozi. Yakni As’ad Isma yang disebut-sebut akan berpasangan Maryadi Syarif dan pasangan Nasri Umar-Salahuddin yang akan maju melalui jalur perseorangan.

Selain dua pasangan ini memang ada satu pasangan lagi yang sudah mendaftar di KPUD, yakni Evi Suherman dan Sardini. Namun, nama terakhir disebut-sebut tidak akan sungguh-sungguh bertarung, karena mereka dinilai bagian dari Cek Endra-Pahrul Rozi. Walaupun keduanya bersikeras membantahnya.

As’ad Isma hingga kini baru mengantongi dukungan empat kursi di parlemen masing-masing dari PKB dan PBR. Ia mengaku tidak akan mundur dari pencalonan. Untuk menutupi kekurangan dukungan parpol tersebut, As’ad berencana menggaet parpol non parlemen.

“Tidak ada kata-kata mundur, kita maju dan terus maju. Meskipun dukungan parpol kecil, Insya Allah dengan keyakinan dan berjuang demi untuk Sarolangun Cerdas, kita optimistis memenangkan pada ajang pemilukada mendatang,” ujarnya.

Terpisah, Cawabup Salahuddin yang maju melalui jalur perseorangan (independen) juga mengaku akan mendaftar hari ini (27/1. “Sebelum mendaftar, kita akan melakukan deklarasi. Semua simpatisan siap hadir demi untuk perubahan Sarolangun,” kata mantan ketua Panwas Pilkada Provinsi Jambi itu.

Dia mengaku telah mengantongi dukungan berjumlah 16.591 atau 6,2 persen penduduk Sarolangun yang tersebar di semua kecamatan dalam Kabupaten Sarolangun. “Kita tidak gentar menghadapi kandidat yang didukung parpol besar. Kita akan maju terus demi untuk melakukan perubahan Sarolangun mendatang,” ujar pasangan yang disebut Nusa Bangsa (Nasri Umar-Salahuddin) itu.
Read more

2/7/11

Terima Kasih Kompas Gramedia Untuk Membantu Panti Asuhan di Jambi

0 komentar
Menarik sekali membaca tentang bantuan untuk panti asuhan di provinsi jambi yang saya baca di salah satu media elektronik yaitu tribun jambi, saya terkesan banget, Groub kompas Gramedia yang mau membantu saudara kita khususnya, yang ada di panti asuhan, di provinsi jambi.


Seperti yang saya kutip dari tribunnews tentang Kompas Gramedia Bantu Panti Asuhan di Jambi

Sejak berdiri 21 tahun lalu hingga sekarang belum pernah Pemerintah Kota maupun Provinsi Jambi membantu Panti Asuhan Penyandang Cacat dan Yatim Piatu Yayasan Teratai Jaya.

"Sudah sering kami ajukan proposal ke Pemkot maupun Pemprov, namun selalu ditolak oleh Biro Kesra, tak ada dana katanya," ujar Ahmad Tarmizi Ketua Panti Asuhan saat menerima bantuan Sambut Tahun Grup Kompas Gramedia.

Ia menambahkan, seluruh bangunan panti asuhan didirikan dengan dana swadaya masyarakat, bahkan satu sen pun tak ada bantuan dari pemerintah. Diakui, untuk kebutuhan hidup sehari-hari memang ada bantuan dari Dinas Sosial sebesar Rp 4 juta per bulan.

Namun, dana sebesar itu baru mencukupi 30 persennya saja, sedang 70 persen biaya pengeluaran yang total mencapai Rp 13 juta hingga Rp 14 juta per bulan. Panti Asuhan Teratai bergantung pada bantuan masyarakat.

Pimpinan perusahaan PT Jambi Media Grafika Purnomo menjelaskan, kedatangan grup Kompas Gramedia selain ingin membangun tali silaturahmi juga berharap ke depan, Kompas Gramedia bisa turut membangun masyarakat Jambi.

Secara simbolis, bantuan berupa alat tulis, buku bacaan, dan makanan diserahkan kepada ketua panti sekaligus pendiri, Ahmad Tarmizi. Bagi siapapun yang rela, dipersilakan datang dan menyerahkan bantuan secara langsung apapun bentuknya.

"Satu kilo gula pun kami terima," katanya.

Ia mencontohkan, sehari kebutuhan gula pasir sebanyak dua kilo, sebulan mereka memerlukan sedikitnya 60 kilo gula yang semua diusahakan secara swadaya.

Panti Asuhan yang telah berdiri sejak tahun 1989 tersebut saat ini memiliki anak asuh sejumlah 48 orang terdiri dari anak cacat dan anak yatim piatu yang seluruhnya dari keluarga tak mampu. Mereka datang dari berbagai kabupaten, Bangko, Bungo, Muarajambi, dan berbagai etnis semisal Jambi, Padang, Jawa, hingga Tionghoa.

Kita harus berterima kasih kepada Groub kompas gramedia yang sudah mau membatu saudara kita dipanti asuhan, karena mereka memang sagat butuh bantuan, mereka adalah saudara kita yang juga mesti harus di perhatikan karena mereka juga penerus bangsa ini.

Harapan saya, dan mungkin juga harapan seluruh masyarakat jambi bahwa semoga kedepan Groub kompas selalu memerhatikan saudara kita yang ada dipanti asuhan, dan untuk pemda provinsi jambi,, mohon sekiranya saudara kita yang ada dipanti asuhan di perhatikan juga,,

Read more

12/16/10

Warga Jambi Sangat Butuh Banyak Minyak Tanah

0 komentar
Berita Jambi - Sekitar 35 persen masyarakat di pedesaan Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, masih bergantung pada minyak tanah untuk memenuhi kebutuhan penerangan rumah.

Karena itu, pasokan minyak tanah diharapkan tidak berhenti meski pemerintah mulai akan merealisasi program penyaluran gas elpiji 3 kilogram.

Ketua DPRD Batanghari Abdul Fattah mengatakan, pasokan listrik dari PT PLN belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah Batanghari. Sekitar 35 persen desa belum dialiri listrik.

"Masyarakat umumnya masih menggunakan lampu minyak untuk penerangan sehari-hari. Masih banyak penduduk yang menggunakan minyak tanah untuk alat penerangan di malam hari," tuturnya.

Karena itu, lanjut Abdul Fattah, pemerintah daerah perlu memikirkan ketersediaan minyak tanah selama program konversi minyak tanah ke gas elpiji yang berlangsung pada akhir tahun ini. Jangan sampai masyarakat tidak bisa menerangi rumahnya karena pasokan minyak tanah terhenti, lanjutnya.

Ia melanjutkan, pihaknya tidak menolak adanya program konversi tersebut. Hanya saja, pemerintah daerah perlu mempertimbangkan kondisi minimnya sarana penerangan masyarakat di pedesaan. Sebelum pasokan minyak tanah dihentikan, tambahnya, program listrik masuk desa perlu secepatnya direalisasi.

Selain itu, dalam proses konversi gas elpiji, pemerintah juga perlu memperhatikan keamanan alat. Saat ini, katanya, sebagian peralatan yang akan diberikan kepada masyarakat seperti kompor gas dan perangkat lain, sudah ada di Jambi sejak enam bulan terakhir, namun belum didistribusikan ke masyarakat .

Ia mengusulkan agar seluruh peralatan yang telah cukup lama di gudang tersebut, dicek kembali keamanannya. " Perlu pengecekan kembali pada tabung dan komponen lainnya apakah udah sesuai stadar nasional dan aman digunakan," ujarnya.

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus mengatakan, pihaknya akan berupaya menfasilitasi agar distribusi minyak tanah tetap berlangsung meski gas elpiji 3 kilogram mulai disalurkan ke masyarakat.

"Kami akan usulkan ke pusat agar penyaluran minyak tanah jangan dihentikan, atau setidaknya pemerintah memperlambat proses konversi," katanya.

Pemerintah Provinsi Jambi tengah mendata calon penerima paket bantuan. Pendataan yang telah berlangsung sejak September lalu dilakukan agar penerimanya tepat sasaran.

Selain itu, pihak rekanan juga tengah melakukan sosialisasi penggunaan tabung elpiji beserta kelengkapannya secara baik dan benar kepada masyarakat pengguna, serta standarisasi tabung gas.

Pengawasan dilakukan atas pendistribusian paket bantuan, ketersediaan dan pasokan elpiji pasca konversi, menjamin ketersediaan dan pasokan minyak tanah subsidi dan non subsidi pascakonversi, serta kesiapan di tingkat agen atau penyalur elpiji.

Ditjen Migas Kementerian ESDM telah menunjuk tiga perusahaan pelaksana konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg untuk wilayah Provinsi Jambi, yaitu PT Sehat Pratama Sejati untuk kegiatan pendataan calon penerima dan pendampingan pendistribusian paket perdana elpiji.

Selain itu, PT Kencana Mandiri Ulinusa untuk melakukan penyuluhan dan sosialisasi penggunaan kompor dan tabung gas, dan PT Pertamina Gas Domestik Region I Rayon V yang bertugas mendistribusi paket bantuan elpiji 3 kg berupa tabung beserta isi, kompor gas 1 tungku beserta asesorisnya (selang, klem dan regulator).

Realisasi program konversi minyak tanah ke gas elpiji, kata Hasan Basri Agus, dimulai pada 31 Desember tahun ini.
Read more

12/14/10

Polisi Ikut Terlibat Perampokan Rp 1,3 Miliar

0 komentar
Kota Jambi - Aksi perampokan dengan menggunakan senjata api rakitan kembali terjadi di wilayah hukum Polda Jambi. Kali ini bukan penjahat biasa yang melakukannya, melainkan pera perampok yang mempunyai jaringan luas antar provinsi di Sumatera. Salah satu pelaku ada yang berstatus sebagai anggota Polri di jajaran Polda Jambi.

Anggota polisi yang terlibat kasus perampokan senilai Rp 1,3 miliar tersebut adalah Jailani berpangkat Brigadir, bertugas di Kepolisian Air dan Kelauatan Jambi. Dalam perampokan itu Jailani bertugas sebagai pengemudi mobil.

Kapolda Jambi, Brigjend Pol Bambang Suparsono, membenarkan ada satu orang anggotanya yang terlibat dalam aksi perampokan uang senilai Rp.1,3 miliar milik PT Inwha yang bergerak di bidang migas dengan menggunakan senpi rakitan.

Ditambahkan Bambang, sudah 8 orang tersangka yang tertangkap dari jumlah seluruh tersangka 14 orang. Hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, pengembangan dan melakukan pengejaran terhadap 6 orang tersangka lainnya yang berhasil kabur.

Para pelaku terdiri dari 2 kelompok yaitu dari kelompok Palembang yang bertindak sebagai eksekutor dan kelompok Jambi yang memberikan fasilitas. Salah satu karyawan PT. Inwhan juga terlibat didalamnya saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Sementara korban perampokan, Tukimin, hingga saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Mayang Medical Center di kamar Arjuna 5, Jumat (11/12). Tukimin terkena tembakan dibagian paha bagian belakang hingga nyaris tembus, meski keadaannya mulai berangsur membaik.

Menurut Tukimin, sejak awal dirinya sudah curiga ada mobil yang membututinya sejak dari Bank Mandiri di daerah pasar Jambi. Sempat terjadi salip-salipan antara mobil pelaku dengan mobil yang ditumpangi korban bersama 3 orang temannya dan satu orang supir.

Tiba di jalan lintas Jambi-Palembang, tepatnya di km 38 Desa Ibru Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi, mobil korban dihadang mobil pelaku. Kemudian pengemudi mobil korban, Antoni turun dan melihat 4 pelaku turun dari mobil dengan senjata api kemudian Antoni kabur.

Di dalam mobil hanya tinggal 3 orang, korban Tukimin yang bekerja di PT Inwhan sebagai ahli dibagian komputer duduk dibagian tengah tepat dibelakang sopir. Pelaku masuk dari pintu sopir dan membukan pintu belakang dan mengambil tas berisi uang 1,3 miliar untuk gaji karyawan yang berada disamping korban.

Sempat terjadi tarik menarik hingga akhirnya pelaku memberikan dua tembakan keudara namun korban masih mempertahan kan tas berisi uang tersebut dan akhirnya pelaku menembak paha dibagian belakang sebelah kiri dan korbanpun tersungkur dan pelaku berhasil membawa lari tas tersebut.

"Saya bersaha keras mempertahankan tas yang saya pegang. Sempat kami saling tarik menarik, namun saya ditembak, dan tas itu berhasil di bawa kabur," jelas Tukimin.

Diduga otak dari aksi perampokan tersebut adalah seorang wanita yang merupakan karyawan PT Inwha. Adalah Nely Asmini, warga Sumatera Selatan. Hingga saat ini masih buron yang fotonya sempat diperlihatkan kepada media.

Delapan orang tersangka ditangkap berikut barang bukti berupa uang tunai Rp 144 juta, beberapa unit handphone, dompet, dua senjata api rakitan dan 10 butir peluru aktif. Kemudian kapak, linggis, tiga unit mobil dan motor yang digunakan saat beraksi. Semuanya sudah diamankan di Mapolda Jambi untuk kepentingan penyelidikan. Para tersangka akan dikenakan dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

By : Info Jambi.Com
Read more

8/28/10

Serial kartun Upin dan Ipin Tetap Laku

0 komentar
Serial kartun Malaysia Upin dan Ipin ternyata tetap digemari di Indonesia. Padahal, hubungan diplomatik Indonesia dan Malaysia sedang memanas pasca penangkapan petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia oleh Malaysia.

Serial kartun berbahasa melayu itu pertama kali tayang di Indonesia pada September 2007 di TVRI. Namun sejak September 2008 dua bocah gundul itu pindah tayang ke TPI. Hingga kini, jumlah penontonnya di tanah air kian menggemuk.

tercatat sekitar 1,5 juta penonton menyaksikan kartun animasi tiga dimensi ini setiap harinya. Bahkan, film kartun ini berhasil menarik jutaan penggemar dari seluruh usia dan memenangi Indonesia Kids Choice Award 2010.

Fenomena Upin dan Ipin juga menyebar ke dunia maya seperti ke laman jejaring sosial Facebook. Lebih dari 1,2 juta orang telah bergabung ke halaman penggemar Upin dan Ipin dan sebagian besar dari Indonesia.

Film kartun buatan Mohd Nizam Abdul Razak, Mohd Safwan Abdul Karim dan Usamah Zaid ini adalah serial animasi yang bercerita dua anak kembar berusia lima tahun. Serial produksi Les' Copaque ini pertama kali ditayangkan di TV9 Malaysia pada 14 September 2007.

Awalnya, seri Upin dan Ipin dibuat untuk memberi pemahaman bagi anak-anak mengenai bulan suci Ramadan. Cerita disampaikan dari perspektif Upin dan Ipin dan menghadirkan kisah yang sederhana dan lucu.

Upin dan Ipin mengambil setting kehidupan pedesaan yang tenang dan lambat namun sering dibuat kisruh oleh Upin, Ipin, dan kawan-kawan. Salah satu penciptanya, Mohd. Nizam Abdul Razak yakin bahwa pilihan tempat ini dapat menarik perhatian masyarakat internasional ke kebudayaan Malaysia.

Saat ini, Upin & Ipin tayang di TPI setiap hari pukul 17.15 dan 18.07 menjelang buka puasa bersama.

Meski hubungan diplomatik Indonesia dengan Malaysia saat ini memanas, film kartun sepasang kakak-beradik kembar berusia belia ini tetap digemari di Indonesia. Film kartun ini tidak terpengaruh dengan adanya konflik dua negara tetangga itu.

Masyarakat dua negara serumpun ini harusnya berkaca pada sosok Upin dan Ipin. Dua bocah itu mau berteman dengan banyak orang dari berbagai negara dengan bermacam-macam tingkah lakunya tanpa konflik dan menghargai perbedaan.

nah walaupun komplik Indonesia malaysia bergulir terus kita menjadi seorang blogger harus juga menghargai Serial kartun yang berbudaya melayu dan jangan lupa terus menjadi blogger yang bahagia
Read more

8/27/10

Penggada Uang Di Jambi di Tangkap

1 komentar
Berita Jambi - Aparat Polisi Resort Kota Jambi, berhasil menangkap tiga komplotan penipu spesialis pengganda uang, asal Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Penangkapan dilakukan tadi malam, Kamis (26/8), sekitar pukul 20.00 WIB, berikut dengan beberapa barang bukti.

Ketiga tersangka tersebut, bernama Suparno alias Supar alias Kiai, 61 tahun, petani yang tinggal di Desa Manggilis Rt 1, Kelurahan Senen Rejo, Kecamatan Tempurejo, Fathor Rozi, 37 tahun, warga jalan Tawangmangun, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumber Sari, dan Anto Yuharisman, 30 tahun, sopir yang tinggal di Dusun Kerajan, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah.

Selain ketiga pelaku yang digerebek di salah satu rumah kawasan Balai Latihan Kerja (BLK), Rt 04, Jalan Yulius Usman, Kelurahan Pematangsulur, Kecamatan Telanaipura.

Polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa, satu set sesajen berisi bubur lima warna di dalam gelas, tasbih, dupa, buah-buahan, dan 925 lembar uang mainan pecahan Rp 100 ribu.

Saat dilakukan penangkapan, salah seorang tersangka bernama Suparno sedang berada di dalam kamar untuk melakukan ritual penggandaan uang. Sedangkan, Fathor dan Yulius, sedang duduk-duduk di luar kamar.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Jambi Komisaris Hendry Posma Lubis melalui Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan Inspektur Satu Joko Sudaryanto, kepada wartawan mengatakan, ketiga pelaku ditangkap terkait laporan tiga warga Kota Jambi yang menjadi korban.

"Saat ini kita masih akan mencocokkan dengan laporan korban. Atas perbuatannya, mereka diganjar pasal 378 KUHP, tentang tindak pidana penipuan dengan ancaman empat tahun", kata Posma Lubis, di ruang kerjanya, Jumat (27/8). yang informasi jambi kutip dari tempo.com.

Kepada penyidik, Suparno mengaku, bersama dua rekannya itu baru dua hari berada di Jambi. "Kami diajak oleh seseorang bernama Jaya yang masih keluarga korban untuk mencari korban", ujarnya.
Read more

Fathudin Abdi-Kemas Ismail lolos Calon Perseorangan | Pilkada Batanghari

0 komentar
Fathudin Abdi-Kemas Ismai lolos Calon Perseorangan | Pilkada Batanghari - Satu pasangan calon perseorangan, Fathudin Abdi-Kemas Ismail, lolos seleksi berkas dukungan yang disyaratkan Komisi Pemilihan Umum Batanghari. Pasangan ini menjadi calon perseorangan pertama di Provinsi Jambi yang berhasil masuk dalam persaingan pemilihan kepala daerah.

"Berkas dukungan yang diserahkan pasangan Fathudin-Kemas telah memenuhi syarat, sehingga mereka lolos. Sedangkan satu pasangan lainnya, Edy Sukarno-Umrin Eri tidak lolos karena tidak memenuhi syarat dukungan minimal," ujar M. Sanusi, Ketua KPU Batanghari, Jumat (27/8/2010). yang di kutip Informasi Jambi dari Kompas.com

Sabtu (28/8/2010) ini, pasangan Fathudin-Abdil akan ditetapkan KPU Batanghari sebagai Cabub-Cawabub, bersama empat pasangan lainnya yang diusung partai.

Sejak peluang masuknya calon perseorangan dibuka, belum satu pun pasangan di wilayah Jambi dapat lolos masuk dalam persaingan pilkada. Sebelumnya, pasangan Agus Setyonegoro-Helmi yang mendaftarkan diri seb agai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi pada tahun lalu, ditolak KPU setempat karena alasan terganjal aturan yang belum jelas.

Sedangkan pasangan Edy Sukarno-Umrin Eri, lanjut Sanusi, tidak lolos karena tidak memenuhi syarat minimal jumlah dukungan. Sesuai aturan, set iap pasangan calon dari perseorangan diwajibkan menyerahkan berkas dukungan sebanyak 6,5 persen dari jumlah pemilih, atau 13.576 orang.

"Akan tetapi, pasangan Edy-Umrin meski telah menyerahkan total lebih dari 20.000 berkas, termasuk berkas perbaikan, ternyata yang memenuhi syarat tidak sampai 13.000 berkas dukungan. Banyak identitas pendukung yang tidak valid, dan ditemukan banyak surat keterangan domisili palsu dari lurah," ujarnya.

Sanusi melanjutkan, KPU sebelumnya telah mengingatkan pasangan ini untuk menyerahkan berkas perbaikan hingga maksimal 13.000 nama. Namun, Edy-Umrin hanya menyerahkan berkas dengan jumlah minimal, yaitu sekitar 8.000 nama saja. Akibatnya, ketika ada nama pendukung yang tidak valid, pasangan ini berpeluang besar tidak lolos. "Ternyata memang kami temukan lebih dari 2.000 nama yang tidak valid pada berkas dukungan perbaikan, sehingga pasangan Edy-Umrin tidak kami nyatakan lolos," lanjutnya.

Mengetahui tidak lolos seleksi berkas dukungan, Umrin Eri menduga ada kecurangan di balik keputusan KPU. Padahal, pihaknya telah mengecek ke tingkat kecamatan, dan mengetahui jumlah dukungan yang telah dinyatakan valid sudah melewati batas minimal atas syarat 6,5 persen. "Sekarang tiba-tiba kami dinyatakan tidak lolos," ujarnya.

Umrin menilai, pejabat KPU Batanghari memiliki kecenderungan untuk memenangkan pasangan dari calon perseorangan lainnya, Fathudin Abdi-Kemas Ismail , mengingat Fathudin sebelumnya merupakan Ketua KPU Batanghari. Ia kemudian digantikan oleh Sanusi, setelah memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Bupati. Sanusi mengatakan telah mengetahui adanya indikasi kecurangan yang dilakukan oleh pasangan Fathudin-Kemas, misalnya ketika penyerahan berkas dukungan melewati batas waktu yang ditetapkan. Namun, KPU tidak mempersoalkannya.

Terkait itu, Umrin menyatakan akan menggugat KPU Batanghari. Ia menambahkan, sangat mungkin muncul reaksi keras dari belasan ribu pendukungnya, setelah mengetahui pasangan ini tidak lolos seleksi. "Saya tengah berkonsultasi dengan penasehat hukum, dan kami dalam waktu dekat akan menggugat KPU," kata Umrin.

Penetapan kandidat

Kepolisian Resor Batanghari menyiapkan sekitar 200 personil untuk menjaga jalannya penetapan serta pengambilan nomor urut bagi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Batanghari, Sabtu (28/8) ini. Pengamanan ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kericuhan oleh m assa pendukung kandidat yang tak lolos seleksi KPU.

Kapolres Batanghari Ajun Komisaris Besar Tjahyono Saputro mengatakan, sebanyak dua pertiga kekuatan dikerahkan untuk mengamankan acara penetapan lima pasangan calon bupati dan wakil bupati. Pasukan dibagi menjadi dua, yaitu 100 personil untuk mengamankan Gedung Pemuda di Muara Bulian, yang menjadi tempat penetapan pasangan calon oleh KPU Batanghari, dan 100 lainnya berjaga pada wilayah kecamatan yang juga potensial terjadi konflik.

"Kami telah mengetahui adanya potensi kericuhan. Hari ini (Jumat) kami telah berkoordinasi dengan KPU. Kami juga mengimbau seluruh pasangan claon untuk menjaga para pendukungnya tidak bertindak anarkis," ujar Tjahyono.
Read more

8/25/10

Perusahan India Bangun Rel Kereta Sumsel-Jambi

0 komentar
Perusahaan India, Reliance Power siap membangun rel kereta api sepanjang 230 kilometer (km) yang menghubungankan di Sumatera Selatan dengan Jambi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menuturkan jika CEO Reliance Power Ltd Jayarama P Chalasani telah berkonsultasi dengan Wakil Presiden Boediono kemarin, Selasa 24 Agustus 2010.

"Reliance Power sudah bertemu kita berkeinginan membangun rel kereta api di sumsel dalam tahap diskusi," jelas Gita saat ditemui usai menyaksikan penandatanganan Head of Agreement (HoA) proyek jalan kereta dan terminal batu bara Tanjung Api-Api di Gedung BKPM, Jakarta, Rabu (25/8/2010).

Menurut Gita, hal ini sebenarnya masih dalam tahap diskusi, dan sampai saat ini naskah kerjasama juga belum dibuat. Dalam hal ini pemerintah dan BKPM harus membicarakannya kembali dengan pihak Pemerintah Daerah setempat mengenai perizinannya.

"Naskah kerjasama belum, katanya sampai ke jambi 230 km kita harus bertemu pimpinan daerah. Time crane maunya kemarin tapi kita belum tahu sejauh mana," jelas Gita.

Pembangunan rel tersebut diharapkan dapat membantu percepatan produksi dan distribusi lewat infrastruktur kereta api. Dikatakan Gita saat ini tambang mereka yang sudah ada di Sumsel sekira dua hingga tiga tambang, dan diharapkan adanya pembangunan rel kereta api sebagai akses dari tambang-tambang tersebut.

"Mereka maunya sumsel ke Jambi. Trans pacific ke lampung," tambahnya.

Mengenai nilai investasi yang akan dikeluarkan, Gita menjelaskan akan menghabiskan dana sekira USD4-5 miliar untuk rel kereta api, pelabuhan dan power plant di daerah tersebut.

Mengenai tawaran investasi tersebut, sebenarnya pihak Reliance Power telah menyatakan minatnya. "Kita mengkondisikan dengan kondisi mutlak, kita tidak dapat penuhi," ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya bisa mencari 3-4 investor lain yang tidak terlalu meminta kondisi, dan saat ini sedang dikaji lagi kelayakan dari investor tersebut. "Target tahun ini, tiga dari timur tengah dan satu india. Akan dipilih salah satu,"tandasnya)
Read more

8/24/10

Ancaman Untuk Perampok di Jambi Tembak di Tempat

0 komentar
Info Jambi Hari ini - Kepala Kepolisian Resort Kota Jambi Komisaris Besar Bobbyanto Adoe menyatakan, pihaknya meningkatkan pengamanan di lokasi-lokasi transaksi keuangan maupun di toko emas terkait maraknya aksi kawanan rampok dibeberapa wilayah akhir-akhir ini.

Kami juga menggiatkan operasi dan patroli, bentuk dari sistem pengamanan yang kita lakukan adalah dengan sistem buka tutup di toko mas maupun tempat transaksi keuangan atau bank.

Bentuk tindakan tegas akan diambil terhadap para pelaku tindak kriminal seperti pencurian berat maupun pencurian dengan kekerasan yang tertangkap tangan saat beraksi.

Termasuk tembak ditempat. Jika memang perbuatannya sudah membahayakan warga maupun korbannya. Yang jelas jangan sampai mereka beraksi di Kota Jambi.

Untuk pengamanan terhadap bank maupun toko-toko mas itu, kata Bobbyanto, anggota akan dibekali senjata api. ‘’Anggota juga akan di back up dan dilengkapi senpi. Anggota yang pengamanan juga akan bertugas di luar dan di dalam’," katanya.

Menurut Bobby, pihaknya akan memanggil direktur-direktur perbankan yang ada di Kota Jambi. ‘’Kita akan koordinasi dengan mereka," katanya.

Sementara itu Juru Bicara Polda Jambi Ajun Komisaris Besar Almansyah menambahkan, untuk mengantisipasi kawanan perampok masuk ke Jambi, patroli di pintu masuk maupun keluar Jambi ditingkatkan.

Menurut Alamsyah, perintah itu sudah disampaikan langsung Kepala Polda Jambi Brigadir Jenderal Bambang Suparsono, agar anggotanya senatiasa siaga menghadapi situasi, terlebih mendekati hari Raya Idul Fitri yang selalu ditandai meningkatnya angka kriminalitas.

Kepada masyarakat juga dihimbau untuk memberikan informasi bila ada hal-hal yang menimbulkan kecurigaan di lingkungan mereka. ”Nyawa anggota polisi dan masyarakat sangat berharga. Karena itu, kita sama-sama berupaya agar tidak ada yang jadi korban, ujarnya.

Personil kepolisian daerah ini sudah siap mengamankan tempat-tempat strategis dan vital menjelang lebaran, diantaranya bank, mall, toko emas, bandara dan tempat-tempat keramaian lainnya.


sumber: tempointeraktifcom
Read more

8/17/10

Banjir Bandang Sapu Jambi

0 komentar
Banjir Bandang Jambi - Bupati Kabupaten Merangin, Jambi, H Nalim menyatakan, banjir bandang yang menghancurkan puluhan rumah dan fasilitas umum di sembilan desa pada dua kecamatan di daerahnya ditetapkan sebagai bencana nasional.

"Kita punya alasan untuk menetapkan bencana banjir di Merangin sebagai bencana nasional, karena dampak banjir telah menimbulkan kerugian yang sangat besar," katanya di Bangko, Merangin.

Bupati menjelaskan, kerugian akibat bencana yang terjadi pada Sabtu sekitar pukul 02:00 WIB itu diperkirakan mencapai Rp 40 miliar karena telah merusak jembatan, ratusan rumah warga, dan areal persawahan serta jalan.

Pemkab Merangin telah meluncurkan bantuan berupa makanan, obat-obatan dan alat berat ke lokasi bencana dan telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi.

Sabtu banjir bandang menyapu sembilan desa di Kabupaten Merangin meliputi Desa Muara Kibul, Ngaol, Pulau Tebakar, Tanjung Beringin, Muara Langeh di Kecamatan Tabir Barat.

Kemudian Desa Muaro Jernih, Muaro Seketuk, Rantau Ngarau dana Desa Pulau Aro di Kecamatan Tabir Ulu.

Kerusakan terparah terjadi di Desa Pular Terbakar, Kecamatan Tabir Barat, akses jalan di desa itu banyak yang rusak dan hampir putus akibat terjangan air.

Bahkan, salah satu rumah toko yang ada di bibir jalan itu hilang karena ambruk dan masuk ke dalam sungai.

Selain itu, bangunan SD Negeri 106 di desa itu juga porak poranda diterjang air. Lumpur dan sampah-sampah kayu yang dibawa banjir memenuhi ruangan kelas, meja kursi dan perlengkapan sekolah lainnya berhamburan.

Kerusakan lainnya dialami jembatan gantung yang menghubungkan Desa Pulau Tebakar dengan desa lainnya di seberang sungai. Kondisi jembatan gantung ini miring dan nyaris putus karena salah satu tali penyangganya putus.

Kondisi tak jauh berbeda terlihat di Pondok Pesantren di Desa Muara Langeh, Kecamatan Tabir Barat. Beberapa pondok belajar sekaligus tempat menginap para santri terjungkal akibat terjangan banjir.

Tidak hanya kerugian infrastruktur, sebagian masyarakat juga merasa kehilangan ternak seperti ayam, kambing, dan kerbau.

Sementara kondisi perkampungan warga di Desa Pulau Tebakar mengalami kerusakan paling parah dari desa lainnya.

sumber kompas.com
Read more

8/13/10

SCTV Bentuk Stasiun Televisi Lokal di Jambi

0 komentar
Kabar Gembira Bagi Warga Jambi SCTV akan membentuk stasiun televisi lokal di Jambi, sekaligus memenuhi ketentuan Undang-undang Penyiaran. Ini merupakan stasiun televisi lokal SCTV yang ke-15. Komitmen SCTV ini tertuang dalam evaluasi dengar pendapat (EDP) yang diselenggaran KPI Pusat dengan SCTV Jambi di bawah bendera PT Surya Citra Ceria, baru-baru ini.

Dalam EDP tertuang bahwa SCTV berkomitmen mengangkat potensi daerah, baik dari segi kultur budaya maupun pemberitaan. Sejumlah tokoh masyarakat Jambi, seperti ulama Sirajudin berharap kehadiran SCTV bisa membawa perubahan perilaku warga Jambi ke arah yang lebih baik. Itulah sebabnya, Sirajudin berharap siaran SCTV selalu mengutamakan etika dan budaya lokal.

Mewakili SCTV, Yeni Priyana menjamin siaran lokal SCTV akan terwujud 10 persen dalam tahun pertama. Seperti diketahui, SCTV telah mengudara di Jambi sejak 1994. Dengan masuknya muatan lokal, diharapkan bisa lebih diterima masyarakat Jambi.(ULF)



Dikutif dari berita.liputan6.com
Read more

8/9/10

Jambi Rawan Badai

0 komentar
Jambi Rawan Badai - Masa pancaroba atau transisi dari musim hujan ke musim kemarau rawan menimbulkan badai di Provinsi Jambi. Tidak tertutup kemungkinan angin puting beliung dan hujan deras disertai petir akan terjadi di saat seperti ini. Demikian keterangan Kepala BMKG Jambi Remus L. Tobing di Jambi, Ahad (8/8).

Menurut Remus, pada umumnya daerah tropis, khususnya Provinsi Jambi, pascapancaroba akan sering mengalami cuaca ekstrim. "Cuaca ekstrim itu antara lain cuaca panas terik yang bisa mencapai 35 derajat Celcius, hujan lebat dan badai seperti angin puting beliung yang datang tiba-tiba," ujar Remus.

Kondisi pancaroba itu, kata Remus, ditandai dengan panas terik cukup menyengat hingga empat hari lebih. Lalu tiba-tiba dikejutkan awan gelap disertai hujan lebat dan badai seperti angin puting beliung. Panas terik cukup lama itu terkadang tak diselingi hujan, namun tiba-tiba datang angin kencang.

Badai dan cuaca ekstrim akan berlaku hampir di semua daerah di Jambi. Tidak saja di dataran tinggi wilayah timur Jambi, namun juga seperti Kabupaten Kerinci. Kepada warga yang bermukim di bantaran sungai, dataran rendah, serta kaki bukit diminta waspada karena angin kencang dan hujan lebat disertai petir sewaktu-waktu bisa terjadi

Read more

8/6/10

Kegiatan Hari Pertama HBA jadi Gubernur Provinsi Jambi

1 komentar
Gubernur Provinsi Jambi 2010Hari pertama jadi Gubernur Provinsi Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) datang ke kantor pukul 08.00 WIB. Kemudian pada pukul 10.00 WIB, HBA mengadakan rapat koordinasi membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan rencana strategis (renstra) daerah. Sayangnya sejumlah SKPD justru terlambat datang di rapat tersebut.

"HBA datang pagi-pagi sekitar pukul 08.00. Hanya sekitar dua menit saja terlambat," ujar Iskandar, Humas Provinsi Jambi. Rapat Koordinasi SKPD digelar di di Ruang Pola Kantor Gubernur. Dalam rapat tersebut, HBA datang tepat waktu, sementara beberapa SKPD ada yang menyusul belakangan.

HBA juga menyampaikan akan menyelesaikan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBDP). Beberapa program jangka pendek akan dilaksanakan dengan anggaran berasal dari dana tersebut.

Program mendesak yang harus dilakukan satu di antaranya perbaikan jalan-jalan rusak. Perbaikan itu sendiri akan dilakukan dengan cara menambal jalan-jalan yang berlubang. Guna persiapan hari raya, targetnya pada Lebaran jalan sudah diperbaiki untuk kelancaran arus lalu-lintas.

"Diharapkan Lebaran nanti jalan sudah selesai dan bisa digunakan," jelas Hasan Basri Agus kepada wartawan, Rabu (4/7). Proses penambalan jalan-jalan rusak itu sendiri, menurut HBA dananya berasal dari RAPBDP.

HBA sendiri, pada hari perdana setelah menduduki jabatan Gubernur langsung melakukan tinjauan langsung ke lapangan. Bersama jajaran SKPD, seusai rapat koordinasi dirinya melihat kondisi jalan yang rusak di sepanjang Jalan Lingkar Barat, Jalan Lingkar Selatan serta pembuatan saluran air di daerah Paal Merah Lama.

Kepada wartawan, Kadis Pemukiman dan Prasarana Wilayah Provinsi Jambi Nino Guritno mengatakan perbaikan jalan lingkar akan dilakukan sepanjang 22 kilometer.

Dana untuk pembangunan itu sendiri sebenarnya sebenarnya sudah ada, sumbernya berasal dari Bank Dunia. Namun saat ini dana tersebut belum turun, untuk itu pihaknya terpaksa baru menimbun jalan rusak terlebih dahulu untuk menghindari terjadinya kecelakaan. "Dana dari Bank Dunia besarnya Rp 94 miliar," kata HBA.

Seperti telah diketahui, sepanjang Jalan Lingkar Barat-Selatan kondisi ruas jalan telah rusak berat dan perlu perbaikan karena banyak menimbulkan kemacetan akibat truk yang terperosok lubang.

Dalam inspeksi lapangan yang dilakukan oleh HBA itu, saluran air dan drainase juga didapati ketidakberesan. Proyek saluran air Jalan Abdurahman Saleh Paalmerah Lama, tepatnya dekat Perumahan Liverpool juga tidak jelas.

Saluran sepanjang 410 meter yang berada di jalan nasional ini seharusnya bukan menjadi garapan Pemkot Jambi. Namun proyek senilai Rp 461,89 juta ini digarap oleh Pemkot dengan pelaksana CV.Manunggal Sakti. "Mubazir," kata HBA. Dirinya mengatakan program tersebut sebaiknya dikoordinasikan dengan pihak kota terlebih dahulu.

Dikatakan HBA, sementara untuk apa saja yang akan menjadi program pembangunan jangka panjang, HBA belum bisa mengatakan. Dirinya akan melakukan evaluasi terlebih dahului untuk anggaran pembangunan. "Nanti akan ada rapat untuk evaluasi. Setelah itu akan ada rapat koordinasi untuk pembangunan," jelasnya.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, Effendi Hatta juga mengatakan hal senada supaya tidak menjadi temuan yang tumpang tindih dan saling menyalahkan, proyek saluran sebaiknya dilanjutkan dan dikoordinasikan lagi.

Selain berkoordinasi dengan pengusaha batubara dan CPO, Pemprov Jambi juga akan berkoordinasi secara terus menerus dengan Pemkot Jambi. Khususnya mengenai pembuatan drainase di beberapa lokasi agar saat terjadi hujan lebat tidak mengakibatkan banjir.

HBA menjelaskan, bahwa jalan lingkar selatan yang notabene jalan nasional akan segera diperbaiki sehingga arus lalu lintas truk menuju ke Pelabuhan Talang Duku tidak tersendat. Apalagi beberapa hari lagi sudah memasuki bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

dikutip:jambiekpres.blogspot.com
Read more

As'ad Syam Dijebloskan ke LP Jambi

0 komentar
Jambi - Setelah sempat menginap semalam di ruang tahanan Kejaksaan Agung, As’ad Syam, politisi Partai Demokrat, terpidana kasus korupsi pembangkit listrik tenaga diesel di Muaro Jambi senilai 4.5 milyar, Kamis (05/08/10) malam akhirnya dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Jambi. As’ad menjadi buruan Kejaksaan Negeri Jambi sejak Juli lalu. Mantan bupati ini sendiri divonis 4 tahun penjara.

Kedatangan As’ad Syam, yang diketahui menggunakan pesawat Lion Air, di Bandar Udara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, berhasil lolos dari pantauan wartawan yang telah menunggunya sejak Kamis sore.

Petugas Kejari Murao Jambi dan polisi, yang mengawal terdakwa, berhasil mengelabui wartawan, dengan cara keluar dari pintu ruang kedatangan. Akibatnya, puluhan wartawan gagal mengabadikan foto kedatangan terpidana di bandara.

Dengan menggunakan mobil, anggota komisi delapan, DPR RI dari Fraksi Demokrat dan telah masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO Kejari Muarojambi, sejak bulan Juli lalu, langsung digelandang ke Lembaga Pemasyarakatan Jambi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan korupsinya yang telah merugikan negara sebesar 4,5 miliar, As’ad Syam kini harus menjalani sisa hukumannya di LP Jambi, yang divonis empat tahun penjara, oleh Mahkamah Agung, pada tahun 2008 lalu, di Lembaga Pemasyarakatan Jambi.

As’ad Syam dieksekusi petugas, atas kasus korupsi PLTD, unit 22 Sungaibahar, di Kabupaten Muarojambi, saat ia menjabat menjadi Bupati Muarojambi, pada tahun 2004 lalu, sebesar 4,5 miliar rupiah.

Sebelumnya, As’ad Syam berhasil ditangkap tim Kejaksaan Agung, dengan melibatkan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi, di kediaman mertuanya di kawasan Pondok Cabe, Jakarta Selatan.

Read more

8/5/10

Bank Dunia Bantu Jambi Rp94 Miliar

0 komentar
Bank Dunia Bantu Jambi Rp94 Miliar - Gubernur Jambi Hasan Basri Agus mengatakan, Pemprov Jambi mendapat bantuan dari Bank Dunia atau International Bank for Reconstruction and Development sebesar Rp94 miliar untuk perbaikan jalan Lingkar Barat dan jalan Lingkar Selatan Kota Jambi.

"Sifatnya bantuan dan penggunaannya khusus untuk memperbaiki kerusakan jalan di Lingkar Selatan dan Lingkar Barat," kata Gubernur, Kamis, ketika meninjau jalan Lingkar Selatan dan Lingkar Barat yang kini sebagian mengalami kerusakan.

Hasan Basri mengakui kerusakan jalan tersebut cukup parah yang mengakibatkan kemacetan dan terganggunya pengangkutan sejumlah komoditi Provinsi Jambi.

Pemerintah tidak menginginkan adanya kemacetan-kemacetan terutama menjelang bulan puasa, dan jalan itu juga berkaitan dengan perekonomian masyarakat.

Menurut Gubernur, bantuan dana untuk perbaikan dan pembangunan jalan dari Bank Dunia ini cukup besar, namun belum ada kepastian kapan dana tersebut akan cair.

Sementara itu, Ketua Bappeda Provinsi Jambi Fauzie Ansory menyatakan karena belum bisa dipastikan cairnya bantuan Bank Dunia tersebut, sebaiknya Pemprov Jambi tetap menganggarkannya pada APBD Perubahan.

"Bulan puasa nanti kita sudah membahas APBD Perubahan, saya mengusulkan agar kita anggarkan dulu di APBD Perubahan. Jika nanti sudah cair, dana itu menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)," ujarnya di hadapan Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi Jambi Effendi Hatta.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Nino Guritno yang didampingi Kabid Bina Marga Benhard Panjaitan mengatakan, pemenang tender perbaikan jalan Lingkar Selatan dan Lingkar Barat ini sudah ada, tinggal menunggu proses administrasi kemudian akan dikerjakan.

Jalan yang akan diperbaiki sepanjangn 22 Km dan akan diaspal seluruhnya dengan beban maksimal jalan delapan ton.

Nino berharap Pemprov Jambi dan pihak terkait lebih tegas dalam menindak perusahaan yang menggunakan jalan sebagai transportasi untuk memuat produknya yang melebihi daya dukung jalan seperti yang diatur dalam peraturan daerah.

antaranews
Read more

8/4/10

Grace Gariella Binowo Ingin Populerkan Nama Jambi

1 komentar
Grace Gariella Binowo Ingin Populerkan Nama Jambi - Ingin kenal lebih dekat dengan sosok Putri Indonesia Jambi 2010? Tim Kapanlagi.com berhasil mewawancarai Grace secara eksklusif di hotel Abadi, Jambi, Minggu 1 Agustus 2010 kemarin.

KapanLagi.com - Sebelum malam final Puteri Indonesia Jambi yang diadakan Sabtu, 31 Juli 2010 lalu di Abadi Convention Center Jambi, Grace Gariella Binowo mungkin hanyalah seorang mahasiswa semester 2 fakultas hukum Universitas Indonesia. Namun sejak berhasil menyisihkan 13 finalis lainnya, jelas sudah bahwa sosok Grace memiliki keunggulan lain yang berhasil dicium oleh tim juri yang terdiri dari Feri Mardjoni, Sihol Situngkir, Ade Mirawati, Retno Pratiwi, dan Samudro Putranto. Berikut ini kami bagikan untuk Anda hasil wawancara eksklusif tim reporter kami.

Bisa sebutkan motivasi dan alasan mengapa Anda memilih wilayah Jambi untuk berpartisipasi dalam ajang ini?

Bisa dibilang hal ini karena saya punya hati buat Jambi. Padahal sebelumnya saya sempat berpikir mengapa enggak dari Jakarta, kan lebih dekat dengan tempat kuliah. Tapi setelah berpikir ulang, saya adalah wanita kelahiran Jambi. Selain itu, mama dan papa juga ada di Jambi. Mereka juga menyarankan saya ikut dari Jambi. Kalau ikut dari Jakarta pasti sudah banyak lainnya, makanya saya ikut dari Jambi sekaligus untuk mengangkat nama daerah ini.

Bagaimana pendapat teman-teman kuliah Anda?

Kalau dari teman yang kuliah di Jakarta mereka meminta saya ikut dari Jakarta sedangkan kalau dari Jambi pengen saya dari Jambi. Tapi akhirnya kebanyakan menyarankan saya ikut dari Jambi. Mereka beralasan saya bisa mengangkat nama Jambi. Sebab dibandingkan daerah lain, Jambi masih belum punya nama. Mereka akhirnya mendukung keputusan saya. Bahkan ada yang bilang kalau saya masuk final, mereka akan datang.

Adakah persiapan khusus dari awal hingga akhir untuk ajang ini?

Yang awal saya lakukan adalah diet. Karena sebelum ikut ajang ini saya berada di Eropa dan terus makan makanan yang mengandung daging dan keju. Waktu sampai di Indonesia, mama bilang ada pemilihan Puteri Indonesia dan saya berpikir 'aduh gimana mau ikutan sementara berat badan tidak proporsional'. Untungnya ada saudara mama yang membantu saya menurunkan berat badan. Selain itu, saya juga banyak membaca baik koran ataupun bahan bacaan lain sehingga ke-update-an wawasan terus terjaga.

Memangnya berapa kilogram yang berhasil Anda turunkan?

Tadinya 62 kg dan waktu diukur terakhir turun 7 kg. Tapi standarnya saya mesti turun 2 kg lagi biar ideal. Jadi harusnya 53 kg. Tapi sebenarnya sudah mencapai 53 kg sih tapi pas dikarantina sempat naik lagi karena pola makan yang diterapkan di sana. Hi...hi...hi...

Cara menurunkan berat badan?

Saya atur pola makan. Misalnya 5 hari terapi buah dan refleksi. Kemudian ganti lagi dengan mengonsumsi makanan dengan takaran disesuaikan. Contoh nasi setengah gelas dan sayuran, tanpa makan daging dan seterusnya. Pula dibarengi dengan fitness, walau awal-awal rasa lapar selalu menyergap setelah fitness.

Tidak merasa tertekan dengan pola diet tersebut?

Jujur, awalnya menderita sekali. Karena yang tadinya makan makanan enak tapi sekarang dibatasi bahkan direm. Namun setelah terbiasa serta adanya motivasi ikut ajang ini, maka semuanya berjalan lancar.

Tapi apakah Anda sempat 'nakal' saat diet berjalan?

Kok tahu sih? Iya pernah nyolong-nyolong makan seperti roti. Tapi setelah itu dimarahi sama tante saya. Untungnya ada penyeimbang.

Apakah partisipasi Anda dalam ajang ini termasuk cita-cita?

Pastilah dalam hati semua perempuan ingin ikut Puteri Indonesia, saya juga begitu. Dan benar-benar saya terdorong untuk ikut ajang ini setelah saya ikut puteri kampus, di mana Cory pun meminta saya agar ikut waktu dia memberikan mahkota pada saya. Tapi sebetulnya keinginan untuk ikut ajang ini sudah lama, sejak SMA. Yakni ketika saya melihat iklan minuman vitamin C 1000 di mana para bintang iklannya menyebut slogannya.

Nah, saya mulai menirukan slogan tersebut sampai beberapa kali bintang iklan tersebut berganti. Jadi slogannya saya hafal di luar kepala. Bahkan teman di SMA bilang kenapa enggak ikut Puteri Indonesia aja. Namun saya masih kecil dan kurang percaya diri.

Sebelum Puteri Indonesia, Putri Kampus, apakah ada ajang lain yang Anda ikuti?

Waktu SMA di Batam, saya ikut miss Batam Beauty Pigeon dan kebetulan yang menjadi juri Nadine Chandrawinata. Dia juga sempat memberi saya motivasi untuk ikut ajang Puteri Indonesia. Tapi sebelumnya ajang-ajang seperti ini memang suka saya ikuti.

Apa rencana selanjutnya, khususnya setelah meraih Putri Indonesia wilayah Jambi 2010?

Planning saya adalah mengajak kaum perempuan agar jangan ketinggalan. Atau, istilah saya sih emansipasi wanita. Sebab yang saya lihat ketika pendaftaran PPI, hanya sedikit wanita yang mau ikut padahal mereka memiliki motivasi dan kemampuan. Makanya saya mau ajak mereka. Ayo tunjukkan kemampuan perempuan karena semua bisa terutama kaum wanita di Jambi. Karena yang menonjol selama ini di Jambi adalah para cowok, sementara ceweknya kurang kelihatan.

Apa yang akan Anda lakukan setelah habis masa tugas Puteri Indonesia dan setelah mengikuti ajang Putri Indonesia tingkat nasional? Apakah Anda akan terjun ke dunia entertainment atau melanjutkan studi saja?

Setelah semua rangkaian yang saya ikuti ini selesai, saya mau pulang dan menyelesaikan kuliah lebih dulu. Sebab saya inginnya bekerja di Departemen Luar Negeri tapi kita kan enggak tahu jalannya seperti apa nanti. Saya mau jadi duta besar atau diplomat, makanya saya pilih jurusan hukum.


Sumber : Kapan Lagi.com

Read more

Buron, Anggota Fraksi Demokrat Ditangkap

0 komentar
Jambi - Anggota Fraksi Demokrat As'ad Syam ditangkap tim Kejaksaan Agung. Ia masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Jambi karena kasus korupsi.

"Penangkapannya di Pondok Cabe, sekitar pukul 21.30," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Babul Khoir, Rabu, 4 Agustus 2010. "Rencananya besok pagi dibawa ke Jambi."
Penangkapan melibatkan tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan Tinggi DKI, Intelejen, dan Pidana Khusus Kejaksan Agung. "Tidak ada perlawanan, tertangkap di rumahnya," ujarnya.

As'ad telah divonis empat tahun penjara oleh Mahkamah Agung atas kasus korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Muaro Jambi senilai Rp 4,5 miliar. Namun, ia tak juga muncul untuk menjalani masa tahanannya.

As'ad sempat muncul di DPR minggu lalu untuk memberikan keterangan kepada Badan Kehormatan (BK) DPR dan menjelaskan kasus hukum yang membelitnya tersebut. Hingga saat ini, BK masih terus menyelidiki kasusnya.

Sebelumnya, As'ad telah berkomunikasi dengan Ketua Divisi Hukum Partai Demokrat, Denny Kailimang. Denny menyatakan, terdapat kejanggalan dalam putusan MA terkait vonis terhadap As'ad. Pertama, kasasi diajukan jaksa atas vonis bebas di Pengadilan Negeri. Kedua, terdapat perbedaan nomor perkara di putusan kasasi dengan nomor perkara di Pengadilan Negeri.
Read more

Kerinci, Motor Tabrak Harimau, Heri Terjungkal

0 komentar
Kerinci, Motor Tabrak Harimau, Heri Terjungkal ~ Cerita kendaraan menabrak harimau yang melintas jalan di Sumatera ternyata masih ada. Buktinya, Heri warga Sungai Manggis, Muara Emat, Batang Merangin, Jambi mengalaminya.

Bahkan Heri harus mendapat perawatan dokter di puskesmas Tamiai karena luka di kepala, pinggang serta kaki setelah sepeda motornya menabrak seekor harimau yang berkeliaran, akhir Juli.

Heri awalnya mengendarai sepeda motor dari arah Muara Emat menuju Sungai Manggis malam itu. Namun tiba-tiba Heri dikejutkan dengan munculnya seekor harimau besar di sisi jalan raya.

"Saya benar-benar terkejut. Harimau tersebut ukurannya sangat besar. Harimau itu langsung mendekat dan berusaha mendorong motor saya. Sehingga kami sama-sama terjatuh. Untungnya harimau itu langsung masuk ke hutan," ujar Heri, ditulis tribun jambi, Selasa (3/8/2010).

Menurut Heri, sekitar pukul 20.00 WIB, ada warga yang juga mengaku sempat melihat harimau tersebut di sekitar lokasi kejadian. "Satu hari setelah terjadinya kecelakaan tersebut, harimau itu diduga juga masih ada di sana," katanya.

Setelah kejadian yang nyaris merenggut nyawanya itu, ia tidak berani lagi melintas di jalan tersebut pada malam hari.

"Ketakutan yang saya alami malam itu, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Harimau berkeliaran di perkampungan, sudah seperti kambing saja," ungkap Heri.

"Untungnya harimau tersebut tidak langsung ngamuk, karena sama-sama terkejut dan akhirnya melarikan diri. Kalau sempat harimau tersebut ngamuk, tentunya akan sangat membahayakan," katanya.

Sumber: kompas.com
Read more

8/3/10

Hasan Basri Agus - Fachrori Resmi Pimpin Jambi

1 komentar
Hasan Basri Agus - Fachrori JAMBI — Pasangan Hasan Basri Agus dan Fachrori Umar mulai Selasa (3/8/2010) resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi. Hasan-Fachrori memenangi Pilkada Jambi satu putaran pada 19 Juni lalu. Keduanya diminta untuk mampu menjalankan amanah untuk kesejahteraan masyarakat.

Demikian dikemukakan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Gedung DPRD Provinsi Jambi setelah melantik pasangan pemenang Pilkada Jambi ini. Pelantikan dihadiri lebih dari 2.000 orang. Hadir pula Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekjen Edy Baskoro. Partai ini adalah salah satu pengusung pasangan Hasan Basri Agus-Fachrori Umar atau HBA-FU. Selain itu, hadir sejumlah gubernur di wilayah Sumatera serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi.

Menurut Gamawan, HBA-FU dapat langsung menjalankan program-program kerjanya. Ia juga mengimbau keduanya agar secepatnya merealisasi pembangunan infrastruktur, pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, dan perumahan, serta peningkataan sektor pertanian.

Selain itu, penyerapan dana APBD perlu segera dilaksanakan. Pemanfaatan APBD diutamakan pada belanja untuk kepentingan publik, seperti pendidikan dan kesehatan. Pembangunan juga harus dilaksanakan secara merata.

Terkait terpilihnya HBA-FU, Anas Urbaningrum meminta pasangan ini lebih mengutamakan kepentingan masyarakat. "Apa yang dilakukan HBA untuk kepentingan masyarakat Jambi, itu sesuai dengan kepentingan Partai Demokrat," ujarnya.

HBA-FU memenangi Pilkada Jambi 19 Juni lalu dengan perolehan 607.030 suara atau 40,6 persen. Pasangan ini unggul di enam kabupaten, seperti Sarolangun, Kota Jambi, Merangin, Batanghari, Muaro Jambi, dan Kota Jambi. Di Sarolangun yang merupakan kabupaten pimpinan HBA, pasangan ini memperoleh kemenangan hampir mutlak, 81,5 persen.

Diwarnai demo

Pelantikan HBA-FU juga diwarnai unjuk rasa damai. Aksi itu digelar mahasiswa dari Universitas Jambi dan IAIN Sultan Thaha dan berlangsung di Simpang Bank Indonesia, Telanaipura. Dalam aksinya, mereka menuntut Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi yang baru untuk memperbaiki infrastruktur dan mendorong perekonomian rakyat. Gubernur didesak menolak konversi minyak tanah ke gas karena belum ada jaminan keselamatan penggunaan tabung gas elpiji 3 kilogram yang selama ini kerap menelan korban jiwa. Gubernur juga diminta segera merealisasikan program kerja 100 harinya.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa mempertanyakan hasil kerja Gubernur lama, Zulkifli Nurdin. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) gubernur dinilai buruk, tetapi tetap diterima oleh DPRD Provinsi Jambi. LKPJ Gubernur dinilai masih punya kekurangan, seperti masalah pembangunan Jembatan Batanghari II yang molor hingga tujuh tahun dan menghabiskan dana senilai Rp 161 miliar.

Kompas.com
Read more

8/1/10

Konflik Lahan di Jambi Memanas

1 komentar
Konflik Lahan di Jambi MemanasJambi ~ Konflik lahan antara petani dan investor di Provinsi Jambi kian memanas. Penangkapan terhadap petani oleh aparat terus terjadi. Upaya pendudukan lahan dan pabrik oleh masyarakat akan dilakukan dalam waktu dekat.

Peningkatan suhu konflik saat ini terjadi pada sejumlah wilayah di Kabupaten Batanghari dan Tebo. Konflik terkait perebutan lahan antara masyarakat dan investor. Di Kabupaten Batanghari, perebutan lahan melibatkan perusahaan perkebunan sawit PT Tunjuk Langit Sejahtera dan PT Asiatic Persada. Di Kabupaten Tebo, konflik terkait penolakan masyarakat atas masuknya perusahaan tanaman industri PT Lestari Asri Jaya.

"Kami akan menduduki lahan dan pabrik perusahaan dalam beberapa hari ini," ujar Imam, petani plasma PT Tunjuk Langit Sejahtera (TLS) di unit Kotoboyo, Kecamatan Bathin 24, Batanghari, Minggu (1/8/2010).

Upaya pendudukan lahan di wilayah itu telah sering dilakukan petani secara separatis, sebagai protes atas tidak direalisirnya akad kredit tanah bagi mereka, meski angsuran kredit selama lebih dari sepuluh tahun telah melampaui nilai utang petani. Namun, upaya petani mendapat perlawanan dari pihak perusahaan yang menggunakan aparat bersenjata. Pertikaian mengakibatkan satu petani tertembak pada Mei lalu.

Hingga kini, aparat bersenjata, baik berseragam maupun berpakaian preman, masih terus berjaga di sekitar perkebunan dan menahan petani yang hendak mengangkut hasil panen sawit mereka.

Menurut Imam, petani plasma di seluruh unit perkebunan tersebut akan bersatu untuk menduduki lahan dan pabrik perusahaan. Pasalnya, tidak pernah ada solusi yang diperoleh petani meski rangkaian pertemuan, baik yang difasilitasi pemerintah dan legislatif di kabupaten maupun provinsi, telah berlangsung.

Selain itu, konflik lahan dengan PT Asiatic Persada (AP) di Kabupaten Batanghari berujung pada penangkapan 16 petani dari komunitas pedalaman Suku Bathin IX. Menurut Aditya Noegraha dari Tim Advokasi Masyarakat Bungku, konflik telah berlangsung sejak 2005. A khir Juli lalu, petani yang sedang memanen sawit di kebun yang bukan merupakan areal kerja AP tiba-tiba ditangkapi petugas keamanan perusahaan. Petani kemudian diinterogasi aparat Kepolisian Daerah Jambi dan langsung dimasukkan ke tahanan Kepolisian Resor Batanghari.

Akibat persoalan ini, lanjut Aditya, masyarakat juga akan menduduki lahan sawit perusahaan, sebagai bentuk protes. "Persoalan ini seperti bom waktu yang tidak lama lagi akan meledak," ujarnya.

Di Kabupaten Tebo, masyarakat Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, konflik terjadi setelah PT LAJ mengantongi izin HTI pada areal yang tumpang tindih dengan wilayah Desa Pemayungan. "Pertengahan Juli lalu, salah seorang warga juga ditangkap aparat. Aparat bersenjata masih berjaga di ujung desa sejak konflik meningkat," tutur anggota Jaringan Advokasi untuk Hutan Sumatera Diki Kurniawan .

Yayasan Setara Jambi mendata ada 31 konflik antara petani dan perusahaan perkebunan sawit dalam sepuluh tahun terakhir. Konflik yang umumnya seputar perebutan lahan itu belum selesai hingga kini. Pengakuan atas hak kelola rakyat atas lahan dinilai sangat minim walaupun telah ada undang-undang yang mengaturnya. Akibatnya, saat izin prinsip maupun HGU dikeluarkan pemerintah, baru diketahui bahwa di atas lahan tersebut sudah bermukim penduduk yang mengelola kawasan secara berkesinambungan. Ketika konflik perebutan lahan terjadi, pemda tak memiliki posisi tawar yang kuat untuk berhasil mengatasinya.



Sumber:Kompas
Read more

Like Facebook