Blog Jambi Informasi jambi by a - One

Selayang Pandang

My photo
Sikapur Sirih ~ Selamat datang di Blog Informasi Jambi dari Yudi a-One. Sebelumnya Saya mau ngucapin banyak-banyak terima kasih pada kalian semua yang sudah ngunjungin blog saya ini. Blog ini saya buat dengan upaya untuk memuat segala sesuatu tentang Informasi Provinsi Jambi, yang mungkin kalian ada yang belum tahu, terutama buat sahabat dari luar provinsi jambi, dalam bentuk tulisan. Tak lupa pula rasa syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena saya telah diridhoi kemampuan, kesehatan dan kelebihan oleh-Nya untuk dapat terus menjalankan hidup ini, mengembangkan ilmu yang saya punya, dan juga kesempatan untuk dapat membagikan informasi yang ada di jambi dan sedikit catatan atau pun coretan sampah tentang diriku dalam blog kecil nan sederhana ini. Semoga semua hal yang sudah saya muat di blog Informasi Jambi ini, bisa bermanfaat bagi kita semua.

Blog

4/10/10

Mengenal Bahasa Jambi Dan Tulisan

informasi jambi blogMengenal Bahasa Jambi Dan Tulisan ~ Posting ini saya buat karena di salah satu Blogger tetangga kita yaitu Malaysia, agak bingung dengan bahasa jambi padahal jambi adalah salah satu bahasa yang berasal dari Bahasa Melayu. Yang di tulis di kolom komentar sala satu blogger malasia yang mengulas tentang Pantun Melayu Jambi

Jambi adalah salah satu pemakai asli Bahasa Melayu. Hal ini dapat dihilat dari hasil penelitian kepurbakalaan dan sejarah, telah diketemukan piagam-piagam atau prasasti-prasasti yang diketemukan seperti prasasti karang birahi menggunakan pola struktur bahasa melayu yang lazim disebut Melayu Kuno.

Bahasa Jambi dalam arti kata bahasa-bahasa yang ada di Jambi, selain Bahasa Indonesia, pada dasarnya juga berasal dari bahasa Melayu yang telah mengalami perkembangan-perkembangan dan perubahan-perubahan sesuai dengan pengaruh yang diterimanya dari bahasa-bahasa lain. Di lain pihak bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional juga berasal dari bahasa Melayu yang telah pula mengalami proses perkembangan dan perubahan sebab akibat dari masuknya anasir-anasir bahasa lain.

Dengan demikian bahasa Jambi dan Bahasa Indonesia mempunyai dasar yang sama, ialah bahasa Melayu. Oleh karena itu tidaklah banyak perbedaan antara bahasa Jambi dengan bahasa Indonesia. Adapun perbedaan yang tampak jelas antara bahsa Jambi dengan bahasa Indonesia, pada umumnya merupakan pertukaran dan perbedaan bunyi yang manifestasinya tampak pada keragaman dialek yang ada dalam bahasa daerah Jambi.

Adapun bahasa yang dipergunakan sehari-hari di Propinsi Jambi dapat dikemukakan sebagai berikut:

a. Dalam Kabupaten Kerinci, dipergunakan bahasa Kerinci.
b. Dalam Kabupaten Batanghari dipergunakan bahasa Melayu Jambi.
c. Dalam Kabupaten Tanjung Jabung dipergunakan bahasa melayu Jambi, bahasa Bugis, dan bahasa Bajau.
d. Dalam Kabupaten Sarolangun dipergunakan bahasa Melayu Jambi.
e. Dalam Kabupaten Bungo Tebo dipergunkan bahasa Melayu Jambi.
f. Dalam Kota madya Jambi dipergunakan bahasa Melayu Jambi, Bahasa Minangkabau dan Bahasa Palembang.

Dialek-dialek yang ada suatu aspek pemakain bahasa oleh setiap kelompok persukuan dalam sautu daerah, seringkali menunjukkan adanya perbedaan yang besar secara horizontal. Dalam bahasa Jawa misalnya, jelas ada perbedaa-perbedaan antara bahasa Jawa yang diucapkan di Purwokerto, dan Tegal, dan Kebumen, di Surakarta atau Surabaya. Begitu pula dengan bahasa Jambi yang diucapkan di Lingkungan daerah Kerinci berbeda dengan bahasa Jambi diucapkan di daerah Suku Anak Dalam (Kubu), atau di Lingkungan daerah Melayu Jambi dan sebagainya. Bahasa yang berbeda secara horizontal itulah yang kita sebut dengan istilah dialek.

Dialek-dialek yang dikenal di daerah Jambi dapat dikategorikan ke dalam beberapa macam, yaitu: dialek Suku Anak Dalam, dialek Melayu Jambi, dialek Kerinci, dialek orang Batin, dialek Suku Pindah, Dialek orang-orang Penghulu, dan dialek Bajau.

Suku Anak Dalam, dalam berbahasa, Melayu Tua, mereka mengenal dan paseh menggunakan bunyi sengau atau ucapan ke pangkal lidah dan hidung.

Contoh: Rumah =ghumah
Parang =Paghang
Kemari =Kemaii (diucapkan agak Paniang)

Dalam pembicaraan sehari-hari pada umumnya ucapan huruf dalam suatu kata atau perkataan berubah, misalnya huruf kedua (a) berubah menjadi (e)dan huruf terakhir kedua dari akhir (a) berubah menjadi (0).

Contoh : Batang =Betong
Makan =Mekon
Berjalan =Bejelon
Kemana =Kemeno
Bapak =Bepok

Karena suku Anak Dalam tidak dapat menyebut huruf “r’ (er) maka huru ‘y’ (er) diganti dengan ‘gh’ atau ‘ik’ (yik) atau berubah sama sekali.

Contoh: Air =Ayik
Sendiri =Dewek
Rokok =Ngudut

Di daerah Kotamadya Jambi, Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Tanjung Jabung dipergunakan bahasa Melayu yang lazim disebut bahasa Melayu Jambi dengan dialeknya yang disebut dialek Melayu Jambi. Kata-kata yang berakhiran vocal “a’ dalam bahasa Indonesia menjadi “o” dalam bahasa Melayu Jambi.

Contoh : Mata =Mato
Saya =Sayo
Lada =Lado
Rimba =Rimbo
Kita =Kito

Berapa =Berapo
Apa =Apo

Disamping itu ada beberapa kata yang tidak berubah dan merupakan pengecualian:

Contoh : Sepeda =Sepeda (bukan Sepedo)
Bola =Bal (bukan Bolo)

Dialek Melayu Jambi dengan perubahan atau pertukaran bunyi seperti di atas tadi dipakai di daerah-daerah Kotamadya Jambi, Kabupaten Batanghari dan di Muaro Tebo Kabupaten Bungo Tebo. Dialek Melayu itu hampir sama dengn Melayu Palembang. Oleh karena mungkin sekali dialek Melayu-Jambi mempengaruhi dialek Palembang.

Didaerah kabupten Tanjung Jabung, kata-kata yang berakhiran Vokal “a” berubah menjadi “e” dan dalam beberapa hal kata a berubah menjadi i.

Contoh: Siapa =Siape
Apa =Ape

Ditilik dari segi bunyi dialek Melayu Jambi di Kabupaten Tanjung Jabung itu mirip benar dengan bahasa Malayu Riau atau Semenanjung Malaya/Malaysia.

Orang-orang Kerinci yang mendiami daerah Kabupaten Kerinci menggunakan bahasa Kerinci. Dalam bahasa Kerinci banyak sekali dialek-dialeknya. Setiap dusun atau Kampung mempunyai dialek tersendiri yang berbeda dengan dialek dusun atau kampung lain. Secara umum perubahan bunyi dalam bahasa Kerinci terletak pada suku akhir.

Contoh: Tebu =Tebeu
Timun =Timaung

Jadi di dalam suku kata biasanya konsonsn “t” pada akhir kata berubah menjadi “K”.

Contoh: Lalat =Lalak

Huruf “i” pad akhir suku kata berubah menjadi “oi”

Contoh: Besi =Besoi
Padi =Padoi
Lagi =Agoi

Disamping itu kita jumpai juga perubahan huruf “u” pada akhri kata selalu diawali huruf “a” atau berubah menjadi “au”

Contoh: Kutu =Kutau
Aku =Akau

Pada umumnya keragaman dialek orang Batin ditandai oleh adanya perubahan pada akhir suku kata (at) menjadi (ek).

Contoh : Membuat =Mbuek
Darat =Darek
Tempat =Tempek


Dilain pihak dijumpai juga perubahan akhir suku kata, “as” menjadi “eh”.

Contoh: Lepas =Lepeh
Lekas =Lekeh
Pedas =Pedeh
Panas =Paneh
Deras =Dereh

Dari contoh-contoh dialek orang Batin itu dapat disimpulkan bahwa dialek orang Batin agaknya menjadi pengaruh anasir dialek Mingkabau. Hal ini dapat dipahami karena daerah orang Batin sangat dengan daerah Minagkabau.

Sesuai dengan asal usul mereka, dialek suku Pindah adalah banyak dipengaruhi dialek suku Rawa, di mana kesamaannya nampak pada penggantian huruf vocal “a” pada akhir suku kata menjadi “e”.

Contoh: Ada =Ade
Apa =Ape
Kemana =Kemane

Begitu pula beberapa dialek yang spesifik Rawas Juga merupakan dialek suku Pindah.

contoh: Ini =Ikak
Air =Aya

Karena Faktor asa usul orang penghulu yang diperkirakan berhubungan erat dengan Minangkabau, maka dialek orang-orang Penghulu adalah kebanyakan memakai dialek Minangkabau yang bercampur dengan dialek Melayu Jambi.

Ini saya dapat dari sumber buku karangan H.KEMAS ARSYAD SOMAD, SH. MH

12 komentar:

M Chandra said...

wah. . .
bingung . .
hahaha. .
bahsanya berat nie. .

aktifis sandal jepit said...

ternyata ada "ngudut" juga ya...
orang jawa bilangnya juga gitu,mungkin karena sama2 satu negara.kalo bangsa londo nebutnya "semuk"....

matur ternkiyu infonya sobat...

Seri Bahasa said...

seri juga nyebutnya agak kepayahan. kalau ngak silap seperti ada bahasa minang. tapi kalau maksud pantunnya seri faham semua kerana bahasa melayu itu sama cuma sebutan loghatnya berbeza mengikut geograpi.

tehr said...

Di Negeri Sembilan (Malaysia) ada digunakan bahasa minangkabau.

Jadi Orang JAMBI said...

Ini yang saya cari-cari sejak hijrah ke Jambi...
Mohon ijin untuk cuplik ke blog saya yaa....
Thanks
Salam SUKSES!
Salam KENAL untuk semuanyo

hadi chan said...

Wah agak poning juo tu baso nyo...

Emi Syofyan said...

Bisa baca disini juga : http://emisyofyan.blogspot.com/2013/02/uniknya-bahasa-daerahku-kerinci.html

Anonymous said...

Aiss dah waang ko sadonyo,,,sanang hatiko bilo mandanga lagu jambiii ko,,,lamak raso nyo,,,kalo lagu yang ikoh aaa judulny,,"si kulup de,,oyyy,bujang jauharii.."tu aaa judulnyooo

Wulann naa said...

beda bahasa melayu jambi dengan melayu lainnya apa sih? aku kok bingung ya hehehehee...
tolong bantu jawab ya

Dahripal Sputra said...

Sebenarnya agak mirip sih .tapi kalau kita tau dialek semua bahasa kerinci pasti kita akan tau semua bahasa melayu .. Itulah keunikan daerah banyak bahasa..

Dahripal Sputra said...

Sebenarnya agak mirip sih .tapi kalau kita tau dialek semua bahasa kerinci pasti kita akan tau semua bahasa melayu .. Itulah keunikan daerah banyak bahasa..

HUSNI AZWARI said...

bahasa melayu jambi, melayu bengkulu, melayu palembang, melayu rokan (riau), melayu batubara (sumatera utara)....

Post a Comment

Like Facebook