Blog Jambi Informasi jambi by a - One

Selayang Pandang

My Photo
Sikapur Sirih ~ Selamat datang di Blog Informasi Jambi dari Yudi a-One. Sebelumnya Saya mau ngucapin banyak-banyak terima kasih pada kalian semua yang sudah ngunjungin blog saya ini. Blog ini saya buat dengan upaya untuk memuat segala sesuatu tentang Informasi Provinsi Jambi, yang mungkin kalian ada yang belum tahu, terutama buat sahabat dari luar provinsi jambi, dalam bentuk tulisan. Tak lupa pula rasa syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena saya telah diridhoi kemampuan, kesehatan dan kelebihan oleh-Nya untuk dapat terus menjalankan hidup ini, mengembangkan ilmu yang saya punya, dan juga kesempatan untuk dapat membagikan informasi yang ada di jambi dan sedikit catatan atau pun coretan sampah tentang diriku dalam blog kecil nan sederhana ini. Semoga semua hal yang sudah saya muat di blog Informasi Jambi ini, bisa bermanfaat bagi kita semua.

Blog

3/28/10

Adat Upacara Pernikahan di Jambi

Penikahan JambiAdat Upacara Pernikahan di Jambi banyak yang minta di buat posting, bingung juga sih jelasi nya,, ya namanya juga saya belum nikah hehe, tapi ngak apa – apa la saya ulas sedikit, dan ini dari beberapa sumber dan buku yang saya cari,,

Karna upacara pernikahan merupakan peristiwa yang sangat penting bagi seorang anak manusia. Upacara yang suci ini akan menentukan masa depan suatu keluarga baru dalam pergaulan antar warga dan antar keluarga, serta akan mengubah struktur warga masyarakat lingkungan atas kehadiran keluarga baru ini. Untuk itu perlu diawali dengan kehati-hatian dan perhatian yang penuh dari orang tua agar pergaulan putra-putrinya yang sudah akil baligh dan sudah siap untuk menjelang hidup berumah tangga. Pergaulan muda-mudi yang sudah siap berumah tangga ini agar tetap dalam tatanan adat istiadat yang berlaku.


Kali ini, kita mulai bahas Masa Perkenalan.

Suatu peernikahan diawali oleh perkenalan ataupun pergaulan muda-mudi yang waktu dan tempatnya bermacam-macam seperti pada waktu berselang, nebas nugal, nandur, merumput, berselang nuai ngirik numbuk padi gotong-royong, pada waktu acara perhelatan, perayaan tujuh belas Agustus, Maulid Nabi dan sebagainya, arena pergaulan gujan gadis. Masa ini disebut juga masa berusik sirih bergurau pinang.

Dalam buku Adat Istiadat Daerah Jambi Depdikbud tahun 1985 Halaman 162 disebutkan dalam arena pergaulan muda mudi atau dalam istilah lokal disebut pergaulan bujang gadis, dikenal berbagai ragam dan bentuk nama. Yang diciptkan orang untuk menunjuk identitas arena pergaulan itu” Diantaranya disebutkan, numpang berangat di Sungai Tenang, pergi bertandang di Muara Talang, bedak berkelam di Dusun Tuo Tebo Ulu nyuluk dan lain sebagainya.

Agar pergaulan mereka asih berada dalam batas-batas pergaulan yang sesuai dengan adat istiadat maka para orang tua perlu mengingatkan beberapa ketentuan sebagai berikut:

Dalam rangka semata-mata mencari jodoh yang sekupu, sesuai serasi selaras dan seimbang, maka putra putri yang telah masuk maso bujang dan maso gadis, dibolehkan saling bertemu untuk berusik sirih bergurau pinang.

Pertemuan antara bujang dan gadis berlangsung tidak berulang-ulang, tidak hanya berdua-duaan, tidak dalam waktu yang terlalu lama tidak bernuansa kencan, tidak menjurus kepada pergaulan bebas, tidak menimbulkan kesan sudah seperti suami istri.

Jadi pertemuan itu hanay sebatas sampai pada kesimpulan bahwa sang calon memang sudah jodoh masing-masing, tidak merasa dipaksa kawnin, tidak meras membeli kucing dalam karung, untuk selanjutnya kalau sudah setuju hasrat yang terkandung didalm hati tersebut disampaikan kepada orang tua untuk ditindak lanjuti.
Akan tetapi apabila semua pihak baik bujang dan gadis, maupun kedua belahpihak keluarga sudah saling bersepakat maka perkawinan dapat saja dilangsungkan, walaupun belum berkenalan dan mengadakan pertemuan terlebih dahulu.

Laki-laki maupun perempuan yang sedang berumah tangga tidak dibenarkan untuk mengadakan pertemuan seperti datas.

Apabila orang tua melihat anaknya telah berkinginan untuk melanjutkan hubungan muda mudinya ke jenajgn yang lebih serius, maka oleh orang tua, terutama oleh orang tua laki-laki yang akan meminangkan anaknya, terlbih dahulu dijelaskan beberapa prinsip perkawinan yang perlu dipahami oleh si anak dengan memberikan alasan bahwa:

perkawian itu adalah merupakan lahir bathin yang sacral (Suci), ayng kokoh mengingat kedua belahpihak suami istri dalam kehidupan berumah tangga yang bahagia, berlangsung kekal samo diduania, abadi samo diakhirat.

Perkawianan itu harus dilakukan dengan bersendikan syarak supaya sah menurut agama dan jangan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, artinyo dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.
Perkawinan boleh dilakukan dalam satu suku atau dengan suku lain, maksudnya supaya beruleh panjang berkampuh lebah, sehingga semakin banyak tidak dilarang perkawinan sepupu, baik sepupu tidak dilarang perkawinan sepupu, baik sepupuh karena ayah dengan ayah bersaudara, ibu sama ibu bersaudra, maka dengan anak saudara perempuan ayah dan anak saudara laki-laki ibu, artinya adat bersendi syarak padi balik keladang emas balik ke Puro.

Perkawinana beukanlah semata-mata persoalan pribadi antara calon pengantin, melainkan melibatkan tanggung jawab orang tua, nenek-mamak dan tuo tengganai bahkan pada hakikatnya merupakan hutang bagi orang tua yaitu ayah untuk mengantarkan anaknyo berumah tango, terutamo anak betino.

Bila terjadi lamaran ditolak, atau tidak mendapat restu dari salah satu pihak orang tua, boleh kawin lari dengan syarat:

- Bujang gadis tersebut larinya kerumah Hakim Agama atau Ketua Lembaga Adat.
- Orang tua/Wali bersedia menikahkan atau membayar denda. Hakim/Ketua Lembaga Adat bersedia menampung bujang gadis tersebut.
- Umur bujang gadis tersebut sudah mencapai usia akil-balikh yaitu gadis yang telah terkan haid/menstruasi lebih kurang berusia 15 tahun, bujang telah mampu bekerja sebagaimana umurnya orang Desa mencari nafkahnya.

Itulah sedikit.. dah pegal ni tangan.. besok kita sambung lagi dengan adat duduk betanyo.

6 komentar:

HAPIA Mesir said...

kalo pergaulan muda mudi di jambi sekarang masih bisa diatur seperti itu g sob?

Que said...

Wah mantap infonya bro.
Tp repot jg ya adat nikahnya :)

M Chandra said...

sangat beda ya sob dengan adat perkawinan di daerah saya. .
terima ksah infonya. .

Anak Jambi said...

hapia>> biasanya, adat yang seperti ini, masih kuat di daerah perkampungan sob,, namun di kota sedikit begeser,, maklum dah kejebak di era modren,,,
semua adat repot kok sob,, nama juga acara,, ini baru post awal sob,, masih banyak sob, tahapanya,
Mcqandra>> sama2 sob,,

lovepassword said...

Wah pakaiannnya megah ...Tapi nggak kelihatan di fotonya wanitanya pakai kain dililit ketat kayak di jawa ( jarik) atau pakai celana panjang. Tapi kayaknya sih lebih bebas bergerak ya... Mungkin pakai celana panjang. Bagus juga

iswady said...

sedikit bebeda dengan adat bugis. great post, please koment balik.

Post a Comment

Like Facebook