Blog Jambi Informasi jambi by a - One

Selayang Pandang

My photo
Sikapur Sirih ~ Selamat datang di Blog Informasi Jambi dari Yudi a-One. Sebelumnya Saya mau ngucapin banyak-banyak terima kasih pada kalian semua yang sudah ngunjungin blog saya ini. Blog ini saya buat dengan upaya untuk memuat segala sesuatu tentang Informasi Provinsi Jambi, yang mungkin kalian ada yang belum tahu, terutama buat sahabat dari luar provinsi jambi, dalam bentuk tulisan. Tak lupa pula rasa syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena saya telah diridhoi kemampuan, kesehatan dan kelebihan oleh-Nya untuk dapat terus menjalankan hidup ini, mengembangkan ilmu yang saya punya, dan juga kesempatan untuk dapat membagikan informasi yang ada di jambi dan sedikit catatan atau pun coretan sampah tentang diriku dalam blog kecil nan sederhana ini. Semoga semua hal yang sudah saya muat di blog Informasi Jambi ini, bisa bermanfaat bagi kita semua.

Blog

Showing posts with label Makanan Khas Jambi. Show all posts
Showing posts with label Makanan Khas Jambi. Show all posts

7/16/10

Bakso Suetan Cak Pri Jambi

2 komentar
Bakso SuetanBakso Suetan Cak Pri Jambi ~ Bagi pencinta makanan Bakso Ada kalanya kalian harus menyicipi Bakso Suetan Cak Pri yang sangat dasyat ini, patut Anda kunjungi. Dengan menu yang beragam dan baru, warung Bakso Suetan Cak Pri dijamin dapat memberikan kepuasan kepada Anda penggemar bakso dan makanan berkuah lainnya.

Menu andalan yang ditawarkan Bakso Suetan Cak Pri benar-benar dapat menggugah selera para pengunjung. Dengan racikan spesial khas Surabaya, menu-menu di warung Bakso Suetan Cak Pri memang berbeda dari warung bakso lainnya.

Salah satu yang menjadi andalan di warung ini adalah Bakso Suetan dengan ukuran baksonya yang super besar. Satu porsi Bakso Suetan dapat Anda nikmati hanya dengan uang 25 ribu rupiah. Bakso Suetan yang memang terkenal karena ukurannya ini menjadi favorit di warung Cak Pri karena rasanya yang gurih dan tekstur baksonya yang kenyal tetapi tetap lunak.

Menu unggulan lain di warung ini adalah sop tulang iga bakar. Menu baru di warung ini memiliki komposisi rasa yang sangat pas dinikmati ketika suhu rendah. Dengan nasi, kuah, dan iga bakar yang terpisah, Anda dapat meracik sendiri campuran lainnya sesuai selera.

“Kami menyediakan berbagai makanan berkuah dengan bumbu khas Surabaya. Dan salah satu yang paling diminati pengunjung adalah menu baru kami ini, sop tulang iga bakar,” ungkap Supriyono, SE., selaku pemilik warung Bakso Suetan Cak Pri.
Dari segi penyajian, Cak Pri memang mengutamakan kehigienisan sajian. Selain itu, Cak Pri tidak lupa menomorsatukan kualitas rasa dan label halal yang terjamin. “Tidak hanya keragaman menu yang kami tawarkan di sini, tetapi juga kenyamanan pengunjung, sajian yang higienis, dan tentunya racikan rasa yang berkualitas dan halal,” ujarnya kemudian.

Warung Bakso Suetan Cak Pri yang berlokasi di Jalan Ir H Djuanda Nomor 20 Simpang Mayang ini bahkan memiliki variasi menu yang tidak terdapat di warung makan lainnya. Cak Pri yang juga membuat sendiri racikan Bakso Suetan ini menyediakan sop buntut, sop tulang, bakso keju, sop kambing, dan juga gulai kambing Madura yang satu-satunya terdapat di Jambi.

Berbagai jenis minuman segar pun tersedia di warung yang terletak strategis ini. Anda dapat menikmati berbagai macam jus mulai dari jus tomat hingga jus buah naga yang memiliki banyak manfaat untuk mencegah penyakit. Es campur dan es teler spesial pun hadir di urutan atas sebagai minuman favorit di tempat ini.

sumber:jambi exkpres
Read more

6/18/10

Selai Nanas dan Rambutan Goreng | Makanan Khas Jambi

2 komentar
Selai NanasSelai Nanas dan Rambutan Goreng ~ Wajah Desa Tangkil Baru, Kecamatan Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, agak berbeda dari lingkungan di sekitarnya. Rumah-rumah penduduknya khas dalam arsitektur bugis. Tepat di jantung desa ini berdiri sebuah tugu dengan patung buah nanas pada bagian pucuknya.

Identitas bugis semakin tampak ketika kami berkunjung ke rumah tiang milik Siti Arifah (50). Apalagi ketika mulai bercakap-cakap, karena mereka sehari-hari relatif berkomunikasi dalam bahasa daerah tersebut.

Kabarnya, kampung ini dibangun almarhum Syeh Muhammad Said (Puang Muhammad) dan 20 sahabat. Almarhum adalah kakek dari suami Siti Arifah, Andi Tola Patabila (70). Mereka adalah pelarian dari Bugis saat konflik berlangsung tahun 1960-an.

Meski telah puluhan tahun menetap di Tangkil Baru, Siti Arifah kurang fasih berbahasa melayu. "Maaf ya, saya bisanya bahasa bugis. Maklum, saya bukan orang sekolahan," tuturnya.

Namun, Siti Arifah yang tak sekalipun mengenyam pendidikan, baca maupun tulis, kini sukses sebagai pengusaha lewat produk "Jaya Indah". Bahkan, dari usaha ini dia dan suaminya berhasil menyekolahkan ke-12 anak mereka, sebagian di antaranya sampai perguruan tinggi.

Usaha Arifah adalah memproduksi selai nanas goreng, rambutan goreng, selai pisang goreng, kacang sembunyi, dan ikan teri. Dari semua produknya itu, yang khas dan laris adalah selai nanas dan rambutan goreng.

Setiap hari, Siti Arifah dibantu lima karyawan yang masih termasuk keluarga. Anak pertamanya, Andi Mimahaya, sampai kini turut menjadi penanggung jawab usaha sampai ke pemasaran. Adapun anak Arifah nomor 10, Andi Isma (17), meski masih di bangku sekolah menengah atas, setiap hari ikut membantu usaha orangtuanya. Dia membantu sang ibu mulai dari mengupas buah sampai mengemasnya.

Produksi selai nanas dan rambutan goreng Arifah setiap hari masing-masing sekitar 15 kilogram. Selain dipasarkan ke toko- toko swalayan di wilayah Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, produk Arifah juga dikirim ke Palembang dan Pekan Baru.

Produk selai nanas dan rambutan goreng sebanyak sekitar 30 kilogram per hari itu nyaris selalu habis. Artinya, dalam sehari omzet usaha Arifah mencapai sekitar Rp 690.000.

Dari kebun sendiri
Usaha pengolahan selai nanas dan rambutan goreng tak lepas dari kehidupan warga desa yang umumnya berkebun. Areal tanah milik suaminya seluas lima hektar lebih itu pun ditanami nanas dan rambutan.

Alasan memilih jenis tanaman itu sebab tanah rawa desa ini cocok untuk nanas. Dalam satu pekan sebanyak 400-an buah nanas bisa dipanen. Buah nanas ini semula dijual langsung ke pasar dengan harga murah. Bahkan, kini pun buah nanas cuma dihargai Rp 500 per buah.

Tahun 1999 barulah Arifah terpikir untuk mengolah nanas menjadi makanan yang lebih tahan lama dan memperoleh harga lebih baik. Semula, perempuan yang gemar memasak ini mengolah nanas menjadi selai.

Setelah beberapa waktu, Arifah mendapat ide untuk menggoreng selai-selai nanas tersebut dalam baluran tepung terigu. Hasilnya, kue-kue ringan berwarna cokelat kekuningan.

Sesuai bahan bakunya, dia menamainya "kue selai nanas". Rasanya gurih dan renyah pada bagian luar serta terasa lembut selainya ketika bagian dalam kue masuk mulut.

Arifah tak menambahi gula pada adonan kue. Alasannya, dia tak ingin kuenya terasa amat manis. Ini justru akan membuat konsumennya cepat merasa kenyang. "Setelah diolah dan menjadi kue selai nanas goreng, ternyata banyak orang suka," tuturnya.

Kue selai nanas buatan Arifah ini dikemas dalam tiga ukuran, kemasan berberat satu ons, 250 gram, dan 500 gram. Supaya kemasan tampak lebih menarik, ia menempatkan kue selai nanas goreng 250 gram dalam keranjang anyaman bambu. Kue selai nanas dalam kemasan anyaman bambu ini ternyata menjadi pilihan orang untuk oleh-oleh penganan khas dari Jambi.

Rambutan Goreng

Giliran rambutan
Tak puas dengan kue selai nanas goreng, Arifah mulai mengutak-atik buah rambutan. Buah rambutan yang segar dan mengandung banyak air itu pun berubah menjadi penganan kecil atau kue kering.

Arifah bercerita, buah rambutan yang telah dikupas diolahnya sedemikian rupa sampai kering. Meski begitu, agar tetap sebagai rambutan, dia sengaja membiarkan biji buah itu di tempatnya.

Rambutan yang sudah kering kemudian digoreng dalam baluran tepung terigu yang telah dicampur sedikit garam. Di bengkel usaha Arifah yang menempati sebagian rumah tinggalnya itu, seluruh proses produksi dilakukan. Untuk setiap proses disediakan ruang yang berbeda, mulai dari pengupasan buah, penggorengan, penjemuran, hingga pengepakan.

Sedangkan untuk pengepakan kue, dia menyediakan kamar khusus. Di ruang pengepakan ini siapa pun yang masuk tak boleh merokok. Arifah sangat disiplin mengenai hal ini. Alasannya, demi menjaga kebersihan, rasa, dan aroma makanan.

Harga penganan kecil buatan Arifah relatif terjangkau sebagian masyarakat. Kue selai nanas goreng, misalnya, dijualnya dengan harga Rp 21.000 per kilogram, kue rambutan goreng Rp 25.000 per kg.

Di samping kedua produk penganan utamanya itu, Arifah juga membuat semacam keripik pisang goreng seharga Rp 25.000 per kg. Meski keripik pisang ini hanya sesekali saja dibuatnya.

"Konsumen ternyata lebih suka kue selai nanas dan rambutan goreng, makanya saya tidak selalu membuat snack pisang. Snack pisang untuk pelengkap saja," ujar Arifah yang meningkatkan produknya sampai sekitar dua kali lipat dari hari biasa pada hari-hari menjelang Lebaran.
Read more

Like Facebook