Blog Jambi Informasi jambi by a - One

Selayang Pandang

My photo
Sikapur Sirih ~ Selamat datang di Blog Informasi Jambi dari Yudi a-One. Sebelumnya Saya mau ngucapin banyak-banyak terima kasih pada kalian semua yang sudah ngunjungin blog saya ini. Blog ini saya buat dengan upaya untuk memuat segala sesuatu tentang Informasi Provinsi Jambi, yang mungkin kalian ada yang belum tahu, terutama buat sahabat dari luar provinsi jambi, dalam bentuk tulisan. Tak lupa pula rasa syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena saya telah diridhoi kemampuan, kesehatan dan kelebihan oleh-Nya untuk dapat terus menjalankan hidup ini, mengembangkan ilmu yang saya punya, dan juga kesempatan untuk dapat membagikan informasi yang ada di jambi dan sedikit catatan atau pun coretan sampah tentang diriku dalam blog kecil nan sederhana ini. Semoga semua hal yang sudah saya muat di blog Informasi Jambi ini, bisa bermanfaat bagi kita semua.

Blog

4/24/10

Perjalanan ke Lokasi Pucuk Jambi (Part-1)

Perjalanan ke Lokasi Pucuk Jambi (Part-1) ~ Artikel kali ini bukan murni tulisan saya melainkan salah satu blogger yang saya sangat fands sekali dengan tulisa – tulisan di yang di rangkai begitu indah, dia adalah seorang wartawan wanita jambi yaitu mbak dona, jujur baru kali ini saya melihat tulisan yang di olah dengan sangat baik, mungkin mengunakan perasaan, makanya dari sekian banyak blogger hanya tulisan dari mbak donalah yang saya senang,, sungguh dalam banget,, mbak dona maaf ya artikelnya saya copas, keren banget ni, artikel ini mesti harus di baca banyak orang,, pokoknya keren habis deh,, tulisan mbak dona.. ini bermamfaat banget untuk blog informasi jambi.

Langsung ketulisan mbak dona yuk..!!!


Tak bermaksud mengajak pembaca jadi ”penggemar” Lokalisasi Pucuk, posting kali ini aku hanya ingin bercerita tentang perjalanan ke Lokalisasi Pucuk, satu-satunya lokalisasi terbesar, terakomodir dan masih ilegal yang ada di Kota Jambi. Lokalisasi ini dipenuhi oleh para Pekerja Seks Komersil (PSK) yang didatangkan para ” mami-papi” dari berbagai penjuru negeri di Indonesia.

Tercatat 60 KK tinggal di sini, 1 KK memiliki 5 hingga puluhan anggota keluarga. Tentunya para anggota yang dimaksud adalah para PSK. Sejak empat tahun terakhir, sudah empat kali aku masuk ke lokalisasi ini untuk kepentingan liputan. Anehnya, meski terbilang sudah sering, perasaan asing dan tak nyaman tetap saja terasa.

Kunjungan pertama ku pada tahun 2005. Ditemani Bang Fahmi, fotografer Jambi Ekspres, kunjungan ini nyaris tanpa hambatan. Didampingi orang yang sangat tepat, Bang Fahmi sangat akrab dan familiar di lokasi ini…entah karena keseringan ikut Polisi atau Pamong Praja razia untuk kepentingan foto atau karena pelanggan sini…hahahahaha. Bang Fahmi kenal dekat dengan Ketua RT dan beberapa Mami yang ada di sini, semua data dan wawancara jadi gampang. ”Tenang don…u akan aman jalan sama i…u tak akan i jual di sini…hahahaha” iiiih Bang Fahmi sempat buat aku ketakutan.

Informasi Jambi


Masuk ke lokalisasi ini, kita harus melewati gerbang khusus dengan penjaga super seram. Sebelum masuk akan ada kayu palang yang akan menghalang. Setor Rp 2000 baru deh bisa masuk. Begitu masuk, langsung terasa suasana ”asing”. Rumah di lokalisasi ini sangat padat, ada yang bagus, sedang dan sangat jelek. Satu-satu terlihat merek Bar, Karaoke juga tampak warung biasa. Pucuk termasuk area strategis, berada di tengah kota namun sedikit terisolasi. Semua jenis rumah di sini pun sangat khas, dipenuhi wanita-wanita sexi.
Pada malam hari, perempuan-perempuan ini akan dandan, menunggu pelanggan di rumah masing-masing atau beredar di sekitar lokalisasi. Uniknya, siang hari mereka pun tetap beraksi namun tak pake dandan habis-habisan. Saat melihat kedatangan kami, para perempuan dengan pakaian minimalis casual, sempat menggoda Bang Fahmi, padahal saat itu Bang Fami lagi membonceng perempuan sangat istimewa…aku…. ”Bang tunggu…bang…bang…mampir…” duh…aku benar-benar merinding mendengar rengek mereka.
Jalan di lokalisasi Pucuk terdiri dari gang-gang. Gang utama bisa dilalui kendaraan roda empat dan gang kecil hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Semua gang didereti rumah berisikan PSK. Rumah di gang utama biasanya lebih megah dan mampu menampung banyak anggota. Berbeda dengan rumah-rumah yang ada di gang kecil , ada yang permanen dan semi permanen. 

Pengunjung langganan lokalisasi ini berasal dari berbagai kalangan, tentunya kelompok para pria hidung belang, kesepian, tak beriman dan juga tak menghargai perasaan keluarga. Namun jangan salah, ada juga yang datang hanya karena penasaran, pekerjaan (seperti diriku heheh), kepentingan politik atau ingin melakukan kegiatan sosial. Namun tetap saja, karena ini bukan area umum, masuk ke lokalisasi harus banyak yang dipersiapkan terutama mental.

Kalau Anda seorang pria, siapkan mental menahan godaan dari para PSK yang tampangnya beragam, dari yang ayu, sintal, montok, berpakaian sexi, genit, bonding, pirang, ikal, muka putih badan hitam, kuning dan yang pasti sangat bisa menggoda. Nah kalau Anda wanita, siapkan mental menerima pandangan aneh dari penghuni Pucuk. Tamu wanita yang tak dikenal biasanya akan ditatap dengan pandangan heran dan tak menyenangkan. 

Alasan di atas pula yang membuat aku tak pernah berani berfoto ria di lokalisasi ini. Sifat narsis ku ciut…hihihi,,,Maklum, penghuni di sini paling alergi kalau ada yang datang membawa kamera. Bang Fahmi yang sudah akrab itu saja masih berpikir panjang saat mau menjepret di area ini. ”Nah itu lah sebabnya, mengapa i disenangi di sini, meski sering jeprat-jeprit..tapi reputasi orang sini harus tetap dijaga…” Bang Fami nge-les…heheheh…

Satu lagi yang harus diketahui, di lokalisasi Pucuk juga banyak terjadi tragedi, mulai dari tewasnya pria hidung belang berjabatan kepala desa, pengusaha, pegawai negeri, dll, diduga karena minum obat kuat sebelum indehoy dengan penghuni sana. Di sini juga tercatat banyak kasus narkoba, senjata tajam, dan kasus kriminal lainnya. 

Namun jangan salah…penghuni Pucuk tetaplah manusia biasa…ada banyak kisah yang menyentuh hati terjadi di sini…..cerita perjalanan selanjutnya bersambung ya…………..(@_@)

0 komentar:

Post a Comment

Like Facebook