3/30/10

Pelaksanaan Upacara Adat Pengantin Di Jambi

Pernikahan JambiPelaksanaan Upacara Adat Pengantin Di Jambi ~ dilakukan Setelah selesai acara upacara akad nikah atau ijab Kabul antara mempelai laki-laki dan mempelai perempuan, yang merupakan kewajiban hukum syarak. Biasanya setelah itu dilakukan peresmian, tujuanya untuk memperkenalkan bahwa mereka telah menikah, dan di hari berikutnya di adakan Pelaksanaan Upacara Adat

Adapun para pelaksana yang terlibat dalam upacara adat adalah sebagai berikut:

Penjemput.
Penjemput Biasanya dilakukan nenek mamak dari pihak pengantin perempuan yang bertugas menjemput pengantin laki-laki pada awal acara dihari peresmian pernikahan.

Pengantar.
Dilakukan Oleh nenek-mamak dari pihak pengantin laki-laki yang mengantarkan pengantin laki-laki dengan arak dan iringannya kerumah pengantin perempuan. Melaksanakan kato berjawab dengan nenek-mamak dari pihak pengantin perempuan.

Pesta penikahan


Penunggu.
Adalah nenek-mamak dari pihak pengantin perempuan yang menerima kedatangan penantin laki-laki dan melaksanakan kato berjawab dengan nenek mamak dari pihak pengantin laki-laki dalam serah terima pengantin.

Penengah
Adalah nenek-mamak yang meluruskan perundingan dari nenek mamak kedua pihak pengantin dalam kata berjawab. Keputusan terakhir perundingan kedua pihak nenek-mamak pengantin diputuskan oleh penengah. Nenek-mamak penengah memberikan petuah-petuah kepada kedua pihak agar hubungan kekeluargaan dan persemendoan menjadi seperti kata adat, belulah nak panjang, berkampuh nak lebar.

Penyair.
Adalah yang bertugas untuk berjawab syair dalalm acara membuka lanse, yaitu seorang penyari laki-laki yang mendampingin pengantin laki-laki, dan seorang penyair perempuan yang mendampingi pengantin perempuan.

Tunjuk Ajar.
Tunjuk ajar disampaikan oleh nenek-mamak yang dituakan atau ketua lembaga adat

Iwa.
Adalah pengumuman mengenai telah diresmikannya dua anak manusai dlaam suatu ikatan pernikahan yang akan membentuk keluarga baru dalam masyarakat. Pada kesempatan pengumuman ini disampaikan terima kasih kepada sanak keluarga yang hadir atas undangan, dan mohon do’a restu bagi keselamatan keluarga yang baru berumah tangga.

Grup Kesenian Kompangan.

Grub Kesenian kompangan bertugas mengiringi pengantaran pengantin laki-laki kerumah pengantin perempuan.

Grup Pencak Silat.

Satu grup bertugas mengawali pengantin laki-laki dalam arak-arakan menuju kerumah pengantin perempuan.
Satu grup bertugas untuk menerima pengantin dengan arak dan iringannya dengan pencak silat dihalaman rumah pengantin perempuan satu grup betugas untuk menerima pengantin dengan arak dan iringannya dengan pencak-silat dihalaman rumah pengantin perempuan. Namun Seekarang Sudah jarang dipakai. 

29 comments:

  1. keren sob, mengangkat kebudayaan asli daerah nieh.

    ReplyDelete
  2. menarik sekali kebudayaan Jambi

    ReplyDelete
  3. yusril>> thaks,,,
    Ekazone>> maksih ya sob,,,
    Berpikir>> Semua kebudayaan menarik kok sob, blog ini saya buat agar kita tau dari mana asal akar kita hidup, untuk itu dengan mencitai budaya kita, kita tau makna indonesia yang beraneka ragam, apalagi bahasa indonesia berasal dari bhasa melayu,,,alngkah bahaginya nenek moyang kita kalau kita masih menghargai budaya yang kian hari tambah di asingkan, maksih ya sob supotrnya.. sukses buat kamu

    ReplyDelete
  4. oh begitu ya sob. jadi lebih tau adat jambi

    makasih ya

    ReplyDelete
  5. mirip dijawa juga sob, cuma g ada pencak silatnya

    ReplyDelete
  6. hapia mesi>> sama - sam sob
    artikel islami>> iya sob,,
    belle>> salam kenal juga

    ReplyDelete
  7. baru tau saya sob
    makasihh yaw jadi tambah pengetahuan ttg adat

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    makasih
    :D

    ReplyDelete
  8. heheh gak bgitu beda dgn adat jawa ya sob hehe
    tengkyu udah share


    blogwalking

    ReplyDelete
  9. saamsobat
    wah meriah sekali ya,,upacara adat pengantin di Jambi.
    ada grup pencak silatnya juga...

    ReplyDelete
  10. darahbiroe>> makasih sob, sya pasti berkunjung balik
    antok>> makasih sob,,,
    mabak nura>> iya mabak, tapi di kota jarang di gunakan lagi pencak silatnya mabk,,,makasih ya mbak,,,

    ReplyDelete
  11. jadi tahu nih, ternyata beda daerah beda juga ya.
    semoga masih ada yg peduli dan melestarikannya.

    ReplyDelete
  12. makasih artikelnya, sangat bermanfaat dan menambah wawasanku akan kebudayaan daerah lain.

    ReplyDelete
  13. saya suka sama postingan kamu sob.

    ReplyDelete
  14. lestarikan trus budahay bangsa sob dengan mempromosikan budaya daerah masing2

    ReplyDelete
  15. acara yang sakral dan harus di pertahankan.....


    Junior

    ReplyDelete
  16. sda>>kita semua harus peduli sob,,
    narti>> sama2 sob
    berita bola>> makasih sob
    fashion>> benar baget tu sob
    negeri ads>> maksih ok deh
    junior>> sip thaks,,,

    ReplyDelete
  17. Aslmkm... maaf baru bisa singgah disini sobt...
    niceblog.. lanjutkan berbagi informasi seputar seni,budaya dan wisata Jambi ..
    Salam Bertuah!

    ReplyDelete
  18. pekan baru riua >>> maksih sob,, insyaalah saya lanjuti terus mohon dukunganya ya,,
    aulawi>> maksih sob..

    ReplyDelete
  19. Yang saya sukai dari pelaksanaan adat pengantin adalah saat-saat berbalas pantun dari penyair.
    Ah... cobalah sikit :

    Kinibalu gunungnya tinggi,
    Tinggi puncah tertutup awan,
    Sungguh senang datang disini,
    Tulisan cantik, pemilik rupawan.

    haha... hayoo balas pantunnya bang wkwkwk

    ReplyDelete
  20. afdil>> heheh
    Jalan jalan ke kota jambi
    paling enak makan pisang serawak
    alangkah senang hati ini
    Ada sahabat blogger memuji awak

    makasih afdil

    ReplyDelete
  21. balas lagi ah..

    Rupa-rupa warna pelangi,
    Cantik nian dipandang mata,
    Sungguh riang senang di hati,
    Pantun kutulis berbalas pula

    ReplyDelete
  22. afdil>>

    cubo -cubo berblas pantun
    pantun di balas dari afdil
    macam mano awak nak blas pantun
    kotak komentar penuh afdil

    wkwkwkwkwk, sob bagaiman ntar saya sediain kolon tempat anak melayu berbalas pantu, kira2 kamu setuju ngak?

    ReplyDelete
  23. Setuju...
    Saya juga dah ngasih postingan tadi untuk berbalas pantun anak melayu di bloggerjambi.com, tapi belum di rilis kayaknya

    Dibuat aja bang, Mudah-mudahan dengan lebih banyak jenis pantunnya lebih banyak lagi khasanah budaya pantun melayu.

    So, maju perut pantat mundur
    Eh salah, maju terus pantang mundur wkwkwk

    ReplyDelete
  24. adat kebudayaan yang perlu dilestarikan

    ReplyDelete
  25. afdil >> makasih ya.
    Cerita Tugu>> benar banget sob,, terima kasih

    ReplyDelete